KAPP TEGASKAN TAK ADA DUALISME, MUSA HALUK & MUSA RUMKABU RESMI PIMPIN KAPP PAPUA & SUPIORI

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 12:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Supiori , Papua papedanews.com 22 April 2025 — Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) menegaskan tidak ada dualisme kepemimpinan dalam tubuh organisasi tersebut, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Penegasan ini disampaikan dalam konferensi pers terbuka usai pelantikan resmi Musa K. Rumkabu, SH sebagai Ketua KAPP Kabupaten Supiori periode 2025–2030.

Acara yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Supiori ini disaksikan langsung oleh Ketua Umum KAPP, Musa Haluk, SE, MM, serta jajaran pengurus KAPP dari Kabupaten Biak Numfor dan Supiori. Hadir pula Bupati Supiori Roni Mansoben, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, para anggota dewan, dan tokoh-tokoh masyarakat adat setempat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konferensi tersebut, Manfun Kawasa Byak dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) Dewan Adat Papua, Apolos Sroyer, memaparkan kronologi terbentuknya KAPP yang merupakan “anak kandung” Dewan Adat Papua. Menurutnya, KAPP lahir dari resolusi masyarakat adat dalam Sidang Adat Ketiga di Manokwari. Organisasi ini awalnya bernama ASPAP (Asosiasi Pengusaha Asli Papua), dan diubah menjadi KAPP atas inisiatif almarhum John Haluk, pengusaha sukses asal Papua.

Sroyer menjelaskan, sejak wafatnya John Haluk, kepemimpinan KAPP telah berjalan secara sah melalui mekanisme demokratis. Dalam Konferensi Pusat (Konferpus) tahun 2018 yang diselenggarakan di Jayapura, Musa Haluk terpilih secara sah sebagai Ketua Umum KAPP. Masa jabatannya berakhir pada 2023, dan DK menunjuk David Padwa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.

Namun, karena Padwa dianggap tidak aktif menjalankan tugasnya, DK menerbitkan surat pemberhentian dan kembali menunjuk Musa Haluk sebagai Plt untuk mempersiapkan Konferpus berikutnya. Haluk diberi mandat untuk menyusun pra-konferensi, program kerja, dan amandemen Anggaran Dasar sesuai dinamika dan kebutuhan organisasi.

DK kemudian membatalkan rencana Konferpus yang diselenggarakan oleh kelompok yang mengatasnamakan KAPP di Biak, karena dianggap tidak sah dan tidak memenuhi kuorum. “Hanya dihadiri enam orang tanpa kehadiran pengurus sah maupun perwakilan pemerintah. Itu tidak memenuhi ketentuan organisasi,” tegas Sroyer.

Gerard Kafiar, Sekretaris Lembaga Kultur Dewan Adat Kain-Kain Karkara Banyak, turut menegaskan bahwa tidak ada dualisme dalam tubuh KAPP, baik di Kabupaten Supiori maupun Biak Numfor. Ia menyampaikan bahwa Musa Haluk secara sah menjabat sebagai Ketua Umum KAPP periode 2025–2030, dan hal ini telah didukung oleh seluruh pengurus resmi di kedua kabupaten.

Sebagai penutup, KAPP mengumumkan dua keputusan penting:

1. Nehemia Jemy Randongkir sah dan resmi menjabat sebagai Ketua KAPP Kabupaten Biak Numfor periode 2025–2030.

2. Musa K. Rumkabu, SH sah dan resmi menjabat sebagai Ketua KAPP Kabupaten Supiori periode 2025–2030.

Seluruh pengurus KAPP di Tanah Papua menyatakan dukungan penuh kepada Musa Haluk, SE, MM sebagai Ketua Umum KAPP untuk periode 2025–2030.

Baca Juga:  Razia Gabungan di Lapas Kelas II Nabire, 38 HP dan Senjata Tajam Diamankan, Diduga Terkait Pelarian 19 Napi

Berita Terkait

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”
Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik
Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?
Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:07

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:04

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:07

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:49

Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:53

Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Berita Terbaru