Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah papedanews.com Ketua Dewan Adat Makimi, arnol Elik Manasi menegaskan bahwa masyarakat adat Makimi, Nifasi, dan Dani menolak isu mengenai rencana kedatangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ke wilayah Perusahaan Kristalin yang berada di kawasan adat mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk sikap masyarakat adat sekaligus upaya mengantisipasi potensi konflik apabila terdapat aktivitas di wilayah adat tanpa komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat.

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Arnol, kawasan Perusahaan Kristalin merupakan bagian dari wilayah adat Makimi, Nifasi, dan Dani yang harus dihormati. Ia menyebut keberadaan wilayah adat tersebut telah memperoleh pengakuan melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua  sehingga setiap kebijakan yang menyangkut kawasan adat perlu melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

 

Arnol menjelaskan, kekhawatiran masyarakat bukan hanya berkaitan dengan persoalan adat, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul apabila aktivitas Satgas PKH dilakukan tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu. Menurutnya, masyarakat menilai keberadaan Perusahaan Kristalin selama ini telah memberikan manfaat bagi warga sekitar, mulai dari kesempatan kerja, dukungan terhadap layanan kesehatan, hingga sektor pendidikan.

Baca Juga:  POLRES DEIYAI BANTAH TEGAS TUDUHAN PUNGUTAN UPETI DI TEMPAT HIBURAN MALAM

 

“Kami meminta agar setiap kebijakan atau kegiatan yang berkaitan dengan wilayah adat dilakukan melalui dialog dengan tokoh adat dan pemerintah setempat. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam pernyataannya, Ketua Dewan Adat Makimi menyampaikan dua sikap utama masyarakat adat:

 

Pertama, apabila Satgas PKH berencana melakukan kegiatan di wilayah tersebut, maka harus terlebih dahulu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tokoh adat serta pemerintah setempat.

 

Kedua, masyarakat adat Makimi, Mifasi, dan Dani menyatakan menolak keras kedatangan Satgas PKH di wilayah mereka sebagai langkah untuk mencegah terjadinya konflik yang tidak diinginkan.

 

Arnol berharap seluruh pihak mengedepankan pendekatan dialogis, menghormati hak-hak masyarakat adat, serta melibatkan para pemangku adat dalam setiap kebijakan yang menyangkut wilayah adat.

 

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai isu kedatangan Satgas PKH masih berdasarkan pernyataan Ketua Dewan Adat Makimi dan masyarakat setempat. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Satgas PKH, pemerintah, maupun pihak Perusahaan Kristalin guna mendapatkan keterangan yang berimbang

Berita Terkait

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi
Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire
LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai
PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak
Berkas Perkara P-21, Polres Nabire Serahkan ABH dan Barang Bukti ke JPU
Pemprov Papua Tengah Luncurkan Penerbangan Subsidi Layani Enam Rute Pedalaman
Semarak HUT ke-81 RI, Kepala Suku Besar Woa Gerki Waibusi Gelar Berbagai Kegiatan di Nabire
Berita ini 392 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:23

Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:42

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Penerbangan Subsidi Layani Enam Rute Pedalaman

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:01

Petrus Tekege Apresiasi Subsidi Penerbangan Pemprov Papua Tengah: “Konektivitas Adalah Kunci Pembangunan”

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:05

Wagub Papua Tengah Kenakan Busana Adat Lani di HUT RI ke-81, Pesan Persatuan dari Puncak Jaya

Berita Terbaru