Tokoh Adat Papua Tengah Desak Negara Akui Tiga Pilar NKRI dan Beri Insentif Kepala Suku

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 03:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Tengah, papedanews.com-
Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, menegaskan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri di atas tiga pilar utama: Adat, Agama, dan Pemerintah. Namun, menurutnya, hingga saat ini porsi adat masih dipandang sebelah mata dan bahkan diposisikan seolah-olah sebagai “ranah budak” dalam tubuh NKRI.

“Adat adalah warisan leluhur, identitas bangsa, sekaligus pilar yang menyatukan masyarakat. Sayangnya, nilai adat sering diremehkan oleh negara maupun pemerintah daerah, baik dalam sisi sumber daya manusia maupun hak-hak adat lainnya,” tegas Keiya dalam pernyataannya, Jumat (22/8).

Negara Abaikan Hak-Hak Adat

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti tiga persoalan mendasar yang sering dialami masyarakat adat:

1. Tokoh adat dan kepala suku jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan pembangunan.

2. Hak ulayat, tanah leluhur, dan hutan adat kerap terpinggirkan karena kepentingan investasi.

3. Lembaga adat dilemahkan, padahal sejak dahulu menjadi benteng penyelesaian konflik dan perdamaian.

Keiya menegaskan bahwa pengakuan terhadap adat sesungguhnya telah dijamin dalam konstitusi. Pasal 18B ayat (2) dan Pasal 28I ayat (3) UUD 1945 dengan jelas menyebutkan negara mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat hukum adat. Selain itu, sejumlah undang-undang seperti UU No. 39/1999 tentang HAM, UU No. 6/2014 tentang Desa, serta Putusan MK No. 35/2012 tentang hutan adat, juga memperkuat keberadaan adat dalam sistem hukum nasional.

Baca Juga:  Wagub Papua Tengah: Festival Budaya Pelajar Jadi Ruang Melestarikan Identitas

Perlu Insentif untuk Kepala Suku

Dalam kesempatan itu, Melkias Keiya juga menekankan pentingnya insentif resmi bagi kepala suku dan tokoh adat. Menurutnya, pemberian insentif adalah bentuk penghormatan negara terhadap peran adat dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial.

“Para kepala suku menjaga kedamaian, menyelesaikan konflik, melindungi hutan, dan membina masyarakat adat. Sudah seharusnya negara hadir memberikan insentif yang layak, sebagaimana perangkat desa dan tokoh agama,” ujar Keiya.

Ia menyebut insentif bisa berupa dana bulanan yang dialokasikan dari APBD maupun APBN, fasilitas operasional, serta program pemberdayaan SDM adat. Kebijakan ini diyakini akan memperkuat sinergi antara adat, agama, dan pemerintah sebagai pilar bangsa.

Seruan kepada Pemerintah

Keiya menutup pernyataannya dengan menyerukan agar pemerintah pusat dan daerah segera:

Menghormati adat sejajar dengan agama dan pemerintah.

Melindungi hak-hak tanah ulayat, hutan, dan sumber daya adat.

Memberikan insentif resmi kepada kepala suku dan tokoh adat.

Menjadikan lembaga adat mitra negara dalam menjaga keadilan dan kedamaian.

“Adat bukanlah budak dalam tubuh NKRI, melainkan salah satu pilar penopang bangsa. Jika adat terus diabaikan, sama saja negara merobohkan salah satu tiang utama yang menopang rumah besar Indonesia,” pungkas Keiya.
( papedanews )

Berita Terkait

Wabup Nabire Tegaskan Tidak Pernah Perintahkan Wartawan Pantau Dapur MBG
Wagub Papua Tengah Pimpin Apel Operasi Ketupat Noken
Dishub Papua Tengah: Batik Air Jadi Hadiah Lebaran bagi Masyarakat
Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Noken 2026 di Nabire.
PERANTAU TANPA SANAK SAUDARA MENINGGAL DI NABIRE, MAJAPAHIT BANTU PEMULASARAN DAN PEMAKAMAN
Alumni Darul Fikri dan OSIS SMA Almadina Nabire Berbagi 200 Takjil di Masjid Agung Al-Falah
Ini wajah Mr Lee biang kerok perusak hutan negara asing , pemilik Ulayat dijadikan tumbal atau TAMENG
李先生:外国公民才是森林破坏的罪魁祸首,传统权利的拥有者被蒙蔽了。
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:03

TCN Gandeng KNH Berbagi Ta’jil Ramadhan, Ronald Karambut: “Berbagi adalah cara terbaik untuk menerima, karena memberi membuat hidup kita lebih baik”.

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:18

Dishub Papua Tengah: Batik Air Jadi Hadiah Lebaran bagi Masyarakat

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:44

Alumni Darul Fikri dan OSIS SMA Almadina Nabire Berbagi 200 Takjil di Masjid Agung Al-Falah

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:01

Ini wajah Mr Lee biang kerok perusak hutan negara asing , pemilik Ulayat dijadikan tumbal atau TAMENG

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:33

Sekretaris Komisi B DPRK Intan Jaya, Aljono Bagau, A.Md.Sos Tegaskan Mekanisme Pengisian Jabatan Kepala Desa Harus Sesuai Peraturan Perundang-Undangan

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:50

Lomba Pandai 2026 Resmi Dibuka, DPW Papua Tengah Dukung Penuh Cerdas Cermat Pelajar Muslim di Nabire

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:28

Perantau Jangan Hanya Datang Mencari Nafkah, Tapi Juga Harus Peduli dan Terdata

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:34

Musda Berlangsung Damai, DPW Papua Tengah Resmi Ajukan Nama Calon Ketua DPD ke Pusat

Berita Terbaru

Berita

Wagub Papua Tengah Pimpin Apel Operasi Ketupat Noken

Kamis, 12 Mar 2026 - 10:56