Perantau Jangan Hanya Datang Mencari Nafkah, Tapi Juga Harus Peduli dan Terdata

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Suhenda Nasution, seorang warga Batak di Nabire, bukan sekadar kabar duka. Peristiwa ini menjadi cermin yang memantulkan satu pertanyaan besar bagi kita semua: sudahkah kita benar-benar peduli terhadap sesama, terutama terhadap saudara se-perantauan?Kepergian almarhum menyisakan cerita yang tidak sederhana.

Di tengah suasana duka, keluarga dan kerabat menyadari bahwa menjadi perantau bukan hanya soal bekerja dan mencari penghidupan.

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari itu, perantau harus membangun kebersamaan, saling mengenal, saling melapor, dan aktif dalam paguyuban atau kerukunan. Banyak orang tinggal bertahun-tahun di suatu daerah, tetapi enggan terdata atau terlibat dalam kegiatan organisasi. Ketika musibah datang, barulah terasa betapa pentingnya keberadaan wadah yang solid dan terorganisir.

 

Pertemuan antara Ketua Perkumpulan Keluarga Batak Nabire (PKBN), Jannes Siadari, dengan Kepala Suku MAJAPAHIT (Madura Jawa Pasundan Papua Tengah Inovatif Toleran), Agus Suprayitno, S.Sos., M.H., membuktikan bahwa solidaritas lintas suku masih hidup. Penyerahan proses pemulasaran jenazah almarhum berlangsung penuh tanggung jawab dan rasa kemanusiaan.

 

Dalam keterangannya, Agus Suprayitno menegaskan bahwa MAJAPAHIT hadir untuk semua. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak melihat suku maupun agama. Jika ada warga meninggal dan tidak ada yang mengurus, mereka siap membantu proses pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Pernyataan itu bukan sekadar ucapan, karena tim langsung turun tangan mendampingi proses hingga selesai.

 

Prosesi pemulasaran dipimpin oleh KH. Mukromin Al Hafidz, mulai dari memandikan jenazah hingga penguburan. Selain itu, pihak kepolisian dari Sat-Lantas turut hadir mengawal situasi.

 

Ketua PKBN Jannes Siadari, Sekretaris MAJAPAHIT M. Thohir, S.Pd., M.M., serta Bendahara II MAJAPAHIT Pariman, S.T., juga mendampingi proses tersebut. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa ketika organisasi berjalan dan saling berkoordinasi, persoalan besar dapat ditangani dengan tertib dan bermartabat.

Baca Juga:  Percepat Pembangunan, Pemprov Papua Tengah Gebrak Birokrasi Lewat Penguatan Tata Kelola

 

Jenazah direncanakan dimakamkan di pemakaman Muslim Kampung Wadio. Namun, keterbatasan lahan makam kembali menjadi sorotan. Area pemakaman di wilayah kota semakin sempit dan tidak lagi memadai untuk jangka panjang. Kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh paguyuban dan kerukunan perantau agar mulai memikirkan lahan pemakaman sendiri bagi anggota yang tidak berdomisili tetap. Jangan sampai setiap musibah selalu dihadapi dengan kebingungan dan negosiasi mendadak.

 

Di sisi lain, peristiwa ini juga mendorong pengelola makam Muslim untuk meningkatkan kepekaan sosial. Urusan kemanusiaan seharusnya tidak terasa rumit karena prosedur yang kaku atau komunikasi yang kurang responsif. Kematian adalah kepastian bagi setiap insan. Karena itu, pelayanan terakhir bagi jenazah seharusnya menjadi ladang amal dan kepedulian, bukan sekadar urusan administrasi.

 

Peristiwa ini menyadarkan para perantau bahwa bergabung dalam paguyuban bukan formalitas. Langkah itu menyangkut pendataan, koordinasi, serta kesiapsiagaan saat musibah datang. Jangan hanya hadir saat ada acara besar atau ketika membutuhkan bantuan pribadi, tetapi absen ketika organisasi memerlukan partisipasi.

 

Lebih jauh, kerja sama antar paguyuban mutlak diperlukan. Tragedi ini membuktikan bahwa solidaritas lintas suku mampu menguatkan. Ketika Batak dan MAJAPAHIT duduk bersama, yang mereka utamakan bukan identitas, melainkan kemanusiaan.

 

Jangan tunggu musibah datang baru kita memahami arti kebersamaan. Perantau yang kuat ialah perantau yang terorganisir, peduli, dan memiliki sistem yang jelas—termasuk dalam urusan pemakaman. Pada akhirnya, kita semua akan kembali kepada-Nya. Yang tersisa hanyalah bagaimana sesama memperlakukan kita di akhir perjalanan.

Berita Terkait

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga
Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah
Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi
Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire
LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai
Berita ini 246 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:10

Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Berita Terbaru