Ada apa Cafe cafe hiburan lain beroperasi sedangkan cafe mahkota tutup, ini keluhan pekerja mahkota

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah papedanews.com Penutupan Kafe Mahkota di Kota Nabire selama hampir dua bulan terus menuai keluhan dari para pekerjanya. Puluhan karyawan yang menggantungkan hidup dari tempat hiburan malam ini mengaku mengalami kesulitan ekonomi hingga krisis kebutuhan pokok. Mereka berharap Pemerintah Daerah dan pihak terkait segera memberikan kejelasan dan membuka kembali operasional kafe tersebut.

Seorang pemandu lagu yang bekerja di Mahkota menyampaikan bahwa tempat mereka kerap mendapat razia bahkan sejak sebelum penutupan resmi dilakukan.

“Kami di sini kerja baik-baik, tidak pernah buat masalah. Tapi sering sekali ada sidak, sampai tamu-tamu pun jadi terganggu. Kalau suasananya begitu, siapa yang nyaman?” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak pengelola menyatakan bahwa mereka telah menjalani semua proses dan kewajiban yang diminta, termasuk membayar sanksi administratif sebesar Rp50 juta. Namun sampai saat ini, kafe Mahkota tetap belum diperbolehkan beroperasi.

“Kami sudah bayar sanksi sebesar 50 juta rupiah sesuai ketentuan, tapi Mahkota belum juga dibuka. Kami bingung, harus bagaimana lagi? Anak-anak di sini tidak punya pemasukan sama sekali,” ujar salah satu manajer operasional.

Total pekerja di Kafe Mahkota berjumlah lebih dari 40 orang. Banyak di antaranya adalah tulang punggung keluarga, single parent, bahkan ada yang harus putus kuliah karena tidak lagi mendapat biaya dari orang tua yang bekerja di kafe tersebut. Dalam kondisi ini, mereka saling membantu untuk bisa sekadar makan setiap hari.

Baca Juga:  Sony Bekies: Selesaikan Internal Partai dulu Sebelum Kritik Pemerintah

“Kami sampai petik kangkung di depan kafe karena tidak ada uang beli bahan makanan. Dulu kami bisa makan di luar, sekarang masak seadanya di dalam,” tutur salah satu pekerja wanita.

Karyawan juga mempertanyakan alasan mengapa hanya Mahkota yang ditutup, sementara kafe-kafe lain di Nabire tetap dibiarkan beroperasi seperti biasa.

“Kenapa hanya Mahkota? Kami merasa ini tidak adil. Kafe lain tetap buka. Kami juga taat aturan, pajak kami bayar, izin semua lengkap,” kata seorang admin.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar dan ketidakpastian di kalangan pekerja dan manajemen. Mereka menilai, apabila sanksi sudah dipenuhi dan tidak ada pelanggaran lanjutan, seharusnya Mahkota diberi kesempatan untuk kembali beroperasi.

“Kami hanya ingin bekerja, Pak. Kami punya anak, keluarga, orang tua yang harus dinafkahi. Harapan kami Mahkota bisa buka lagi, kami bisa hidup lagi,” pungkas seorang pekerja pria.

Penutupan Mahkota menjadi cermin rapuhnya nasib pekerja sektor informal yang rentan kehilangan penghasilan akibat kebijakan yang dianggap sepihak dan tidak transparan. Para pekerja berharap pemerintah dapat bertindak adil dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah seperti ini.

 

 

Papedanews

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 368 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru