Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 01:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, Papua Tengah Papedanews.com Meningkatnya kasus infeksi kulit di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah.

‎Merespons laporan dari lapangan, Dinkes Papua Tengah bersama Dinkes Kabupaten Puncak Jaya mengambil langkah cepat dengan menyiapkan tim pelayanan kesehatan sekaligus memastikan ketersediaan obat-obatan untuk masyarakat di wilayah tersebut.

‎Kasus yang menjadi perhatian adalah skabies atau kudis yang pada sejumlah pasien dilaporkan berkembang menjadi pioderma, yaitu infeksi bakteri sekunder pada kulit yang dapat menyebabkan luka hingga bernanah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Berdasarkan laporan lapangan, kasus skabies awalnya ditemukan dan ditangani di tingkat puskesmas. Namun, sebagian pasien kemudian mengalami komplikasi sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit (RS) Mulia.

‎Tingginya kebutuhan pengobatan bahkan membuat pihak RS Mulia beberapa kali melakukan pengadaan salep Permetrin yang digunakan dalam penanganan skabies.

Tim Medis Diterjunkan ke Mewoluk

‎Untuk mencegah kasus semakin meluas, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya bersama Puskesmas Mewoluk membentuk Tim Pelayanan Kesehatan yang akan turun langsung ke masyarakat.

‎Tim tersebut akan melakukan skrining, pemeriksaan dan penanganan awal terhadap warga yang mengalami keluhan infeksi kulit.

‎Langkah ini sekaligus menjadi upaya deteksi dini agar pasien yang mengalami gejala berat dapat segera mendapatkan penanganan.

‎Apabila ditemukan pasien skabies yang kondisinya memburuk atau telah mengalami komplikasi pioderma, tim medis akan segera melakukan rujukan ke RS Mulia.

‎Dengan pola tersebut, penanganan tidak hanya difokuskan pada pengobatan pasien, tetapi juga pada upaya mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Ketum APPI Berharap Jangan Ada Diskriminasi Dalam Kemitraan

Dinkes Papua Tengah Pastikan Obat Tersedia

‎Di tengah peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan, Dinkes Provinsi Papua Tengah juga bergerak memastikan dukungan logistik obat bagi wilayah Puncak Jaya.

‎Tim Farmasi Dinkes Papua Tengah telah menindaklanjuti permintaan bantuan logistik dan berkoordinasi dengan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puncak Jaya.

‎Obat-obatan yang dibutuhkan, termasuk salep Permetrin serta obat pendukung lainnya, telah disiapkan untuk dikirimkan ke Puncak Jaya.

‎Namun, distribusi logistik sempat terkendala setelah penerbangan menuju Puncak Jaya pada Rabu (2/9/2026) mengalami pembatalan.

‎Meski demikian, logistik tersebut telah diambil oleh pihak ekspedisi dari Dinkes Papua Tengah untuk diamankan di kargo. Pengiriman dijadwalkan dilakukan melalui penerbangan pertama menuju Puncak Jaya pada Kamis pagi.

Penanganan Cepat untuk Cegah Kasus Semakin Berat

‎Kolaborasi antara Dinkes Papua Tengah, Dinkes Puncak Jaya, Puskesmas Mewoluk dan RS Mulia menjadi langkah penting dalam merespons persoalan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

‎Penanganan sejak dini diharapkan dapat mencegah skabies berkembang menjadi infeksi sekunder yang lebih berat sekaligus memastikan pasien memperoleh pelayanan medis sesuai kebutuhannya.

‎Di sisi lain, ketersediaan obat menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan akses transportasi.

‎Dinkes Papua Tengah bersama pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus di Mewoluk, sehingga setiap peningkatan kasus dapat segera diidentifikasi dan ditangani.

‎Respons cepat ini menjadi bentuk sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memastikan masyarakat di wilayah pedalaman tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan pengobatan yang dibutuhkan.

Berita Terkait

Gubernur Meki Nawipa Mulai Kunker Ketiga ke Intan Jaya, Pastikan Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas
Lantik Lima Pejabat, Gubernur Meki Nawipa Tekankan: Jangan Berhenti di Seremoni, Buktikan Kinerja untuk Rakyat
Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:12

Gubernur Meki Nawipa Mulai Kunker Ketiga ke Intan Jaya, Pastikan Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Senin, 14 September 2026 - 08:34

Lantik Lima Pejabat, Gubernur Meki Nawipa Tekankan: Jangan Berhenti di Seremoni, Buktikan Kinerja untuk Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Minggu, 6 September 2026 - 12:40

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Berita Terbaru