Nabire, Papua Tengah papedanews.com Menjelang momentum 1 Desember, tokoh adat bersama masyarakat Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Dukungan terhadap Program Pemerintah dan Himbauan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada Jumat petang.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Honai laki-laki Kampung Lani ini dipimpin oleh Towenggeng Murib, Kepala Suku Dani Puncak Ilaga, dan dihadiri sekitar 45 warga. Sosialisasi dimulai pukul 18.05 WIT dengan rangkaian kegiatan berupa doa, penyampaian sambutan, serta pembagian sembako secara simbolis.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Towenggeng Murib menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang 1 Desember yang kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mendorong provokasi atau isu yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa seluruh unsur masyarakat—tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, maupun warga umum—memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kedamaian di Nabire.
> “Tanggal 1 Desember seringkali dijadikan momentum untuk memunculkan isu dan provokasi. Karena itu, kita harus bersatu, tidak mudah terpengaruh, dan tetap menjaga keamanan di tanah ini,” tegasnya.
Towenggeng Murib juga menegaskan bahwa masyarakat adat mendukung sepenuhnya program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di wilayah Nabire.
> “Pemerintah hadir untuk membangun, dan masyarakat hadir untuk mendukung. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak warga agar tetap tenang, waspada, serta segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan potensi gangguan keamanan. Ia turut memberikan apresiasi terhadap aparat keamanan yang selama ini bekerja menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Kegiatan ditutup pada pukul 18.25 WIT setelah pemberian sembako secara simbolis kepada perwakilan warga.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara masyarakat adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi provokasi menjelang 1 Desember. Pendekatan komunikasi berjenjang dan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mencegah berkembangnya narasi yang dapat memecah belah masyarakat, sekaligus memastikan situasi Kamtibmas di Kabupaten Nabire tetap aman dan kondusif.



























