Nabire Papua Tengah papedanews.com Dalam rangka menjaga kondusifitas dan memperkuat persaudaraan lintas umat beragama, Polres Nabire menggelar Doa Bersama dan Doa Lintas Agama di Aula Wicaksana Lagawa, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan TNI-Polri, serta pemerintah daerah.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian di Nabire, Papua Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita di Kabupaten Nabire juga berdoa untuk situasi nasional, termasuk di Jakarta dan kota besar lainnya yang tengah dilanda aksi demo. Kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Doa bersama ini kita lakukan agar diberi hikmat, kebijaksanaan, dan akal budi dalam menyikapi dinamika keamanan,” ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan, dinamika yang terjadi di Jakarta, Surabaya, Makassar, hingga Sorong menjadi perhatian bersama. Apalagi, ada seruan aksi unjuk rasa pada 1 September mendatang di berbagai wilayah Papua.
“Aksi demo memang dijamin undang-undang. Tetapi bila berujung anarkis, maka yang rugi adalah masyarakat sendiri. Oleh karena itu kita harus bijak, tidak mudah terprovokasi, dan selalu mengandalkan Tuhan,” tegasnya.
Kapolres menambahkan, Polri dan TNI tidak bisa bekerja sendiri. Oleh sebab itu, sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat sangat penting. Ia juga meminta keterlibatan Satpol PP dalam upaya mitigasi potensi kerawanan, terutama di kawasan Pasar Karang dan titik-titik rawan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengingatkan adanya beberapa isu yang berkembang di masyarakat, termasuk potensi aksi miras yang bisa memicu keributan, serta aksi penggalangan dana yang patut diawasi agar tidak disalahgunakan.
“Kita semua tidak ingin ada pihak yang membuat Nabire kacau. Nabire sekarang sudah menjadi ibu kota provinsi, sehingga harus kita jaga bersama,” ucap AKBP Samuel Tatiratu.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, lurah, tokoh agama, hingga pemuda, untuk aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Kegiatan Doa Bersama dan Doa Lintas Agama ini berlangsung penuh khidmat. Perwakilan dari lima agama – Katolik, Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha – secara bergantian memanjatkan doa untuk kedamaian bangsa, khususnya Papua Tengah.
Doa yang dipimpin bergantian ini menjadi simbol kuat persatuan, kebersamaan, dan komitmen masyarakat Nabire untuk menjaga kedamaian di tengah perbedaan.
Kapolres Nabire menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga persatuan.
“Mari kita bersatu menjaga Nabire agar tetap aman, damai, dan kondusif. Jangan biarkan ada pihak lain yang ingin membuat kekacauan. Doa lintas agama ini menjadi wujud nyata bahwa kita semua bersaudara,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang diikuti seluruh hadirin, menciptakan suasana penuh kekhusyukan dan harapan agar Papua Tengah terus menjadi tanah yang damai, bersatu, dan diberkati Tuhan.