Meki Nawipa: Perempuan dan Anak Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Papua Tengah Bentuk Tim Kemanusiaan ke Puncak

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Puncak papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah mempercepat penanganan dampak konflik bersenjata di Kabupaten Puncak dengan menempatkan perlindungan perempuan dan anak sebagai prioritas utama. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa masyarakat sipil, terutama kelompok rentan, tidak boleh menjadi korban dalam situasi konflik.

Usai mengunjungi warga sipil yang menjalani perawatan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (17/4/2026), Meki Nawipa menyampaikan keprihatinannya terhadap jatuhnya korban sipil akibat konflik yang terjadi di wilayah tersebut.

“Perempuan dan anak-anak tidak boleh menjadi korban. Kami mengutuk tindakan yang tidak presisi dan berdampak pada masyarakat sipil,” tegas Meki Nawipa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan korban sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat di daerah terdampak.

Meki mengungkapkan, komunikasi telah dilakukan dengan sejumlah kementerian guna membahas langkah-langkah strategis, termasuk rencana pembentukan tim kemanusiaan yang mampu masuk ke wilayah konflik dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Kami berupaya agar tim kemanusiaan bisa masuk dan menangani korban secara tepat, dengan tetap memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat,” ujarnya.

Baca Juga:  Yayasan Peduli Difabel Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Jiwa di Nabire

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya akan membentuk tim terpadu yang akan diterjunkan langsung ke lapangan.

Menurut Meki, tim gabungan tersebut dijadwalkan bergerak dalam satu hingga dua hari sebagai langkah cepat pemerintah merespons kondisi kemanusiaan di wilayah konflik.

“Dalam satu hingga dua hari ke depan, tim gabungan akan bergerak sebagai respons awal,” katanya.

Selain fokus pada pelayanan kemanusiaan, pemerintah juga akan memperkuat distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak. Bantuan yang disiapkan meliputi tenda pengungsian, kebutuhan pokok, hingga perlengkapan darurat lainnya.

Meki mengakui bantuan yang telah disalurkan sejauh ini masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat sehingga dukungan tambahan akan terus diupayakan.

“Kami akan membantu agar beban masyarakat bisa diringankan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Gubernur Papua Tengah menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan, tetapi juga harus mengedepankan komunikasi, dialog, dan pendekatan yang humanis agar konflik tidak terus berulang.

“Kita harus tetap profesional, tetapi juga mengedepankan komunikasi agar konflik tidak terus berulang,” tutup Meki Nawipa. (*)

Berita Terkait

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya
DK Donat Gunung Batu Curi Perhatian Pecinta Kuliner, Pelanggan Asal Papua Puji Kelembutan dan Variasi Topping
Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan
Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:18

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:34

Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:39

Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:27

Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T

Berita Terbaru