Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Menjelang tanggal 1 Desember 2025, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban umum, dan menghindari segala bentuk provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui penyampaian resmi yang diterima redaksi, Melkias Keiya menekankan bahwa situasi jelang 1 Desember kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan penggalangan massa tanpa izin hukum, yang pada akhirnya dapat memicu ketidakstabilan dan mengganggu Kamtibmas di wilayah Meepago.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hindari Panitia atau Korlap Ilegal yang Berpotensi Memprovokasi
Dalam seruannya, Melkias Keiya meminta masyarakat agar menjauh dan menghindari panitia atau koordinator lapangan (korlap) yang tidak memiliki legalitas hukum dalam menyelenggarakan kegiatan, terutama yang berkaitan dengan peringatan 1 Desember.
> “Masyarakat harus waspada. Jangan mudah percaya atau ikut ajakan pihak-pihak yang tidak jelas asal-usulnya. Mereka berpotensi memprovokasi situasi dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat itu sendiri,” tegas Melkias Keiya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas, serta mengingatkan bahwa segala bentuk kegiatan yang tidak mengantongi izin resmi berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan gangguan keamanan.
Peringatan untuk Pengendara Motor di Jalur Trans Nabire–Ilaga
Melkias Keiya juga memberikan perhatian khusus pada jalur Trans Nabire–Ilaga, yang merupakan salah satu kawasan rawan gangguan Kamtibmas. Ia mengimbau seluruh pengendara motor, terutama yang beraktivitas pada pagi dan sore hari, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, gangguan keamanan sering terjadi di beberapa titik tertentu, sehingga masyarakat diminta menghindari perjalanan malam hari apabila tidak memiliki urusan mendesak.
> “Keselamatan diri adalah hal yang sangat penting. Saya minta masyarakat tetap fokus dan waspada, terutama di jalur Trans Nabire–Ilaga yang sering menjadi titik perhatian,” ujarnya.
Antisipasi Kriminalitas: Batasi Aktivitas Malam di Kota Nabire
Selain itu, Kepala Suku Besar Meepago juga menyoroti meningkatnya tindak kriminal seperti pencurian dan begal menjelang tanggal 1 Desember. Untuk itu, masyarakat Kota Nabire diminta membatasi aktivitas keluar-masuk rumah melebihi pukul 19.00–20.00 WIT.
Langkah ini, menurutnya, penting untuk meminimalisasi risiko masyarakat menjadi korban kejahatan akibat meningkatnya aktivitas kriminal pada jam-jam rawan.
> “Keluarga harus saling mengingatkan untuk menjaga keamanan rumah masing-masing. Situasi menjelang tanggal penting seperti ini harus dihadapi dengan kewaspadaan penuh,” ungkapnya.
Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Terpengaruh Isu
Dalam pernyataan penutupnya, Melkias Keiya mengajak seluruh masyarakat Meepago untuk tetap tenang, tidak terprovokasi isu-isu liar, serta menjaga persatuan dan kedamaian di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan hanya dapat terwujud melalui kerja sama dan sikap saling menjaga antarwarga.
> “Kita harus menghadapi situasi ini dengan bijak, dewasa, dan tetap menjaga keharmonisan. Mari lindungi keluarga, kampung, dan wilayah Meepago dari gangguan yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.
Tentang Kepala Suku Besar Meepago
Melkias Keiya merupakan Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah yang telah dipercaya masyarakat serta dibekali legitimasi adat dan sosial untuk memberikan arahan keamanan. Ia aktif menyampaikan pesan moral, kewaspadaan sosial, dan imbauan kamtibmas dalam rangka melindungi masyarakat adat Meepago dari berbagai bentuk ancaman.



























