Nabire, Papua Tengah Papedanews.com salah satu penumpang Sriwijaya Air melayangkan protes keras terhadap layanan maskapai setelah terjadi keterlambatan panjang hingga pembatalan penerbangan pada rute Makassar–Nabire–Jayapura.
Salah satu penumpang berinisial BRT mengungkapkan, pesawat yang seharusnya diberangkatkan dari Makassar pada malam hari mengalami penundaan hingga subuh sekitar pukul 03.00 WIT. Namun, hingga waktu tersebut, penerbangan tak kunjung dilakukan tanpa kejelasan penyebab.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesawat baru diberangkatkan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WITA dan tiba di Nabire hampir pukul 18.30 WIT. Setibanya di Nabire, pesawat tersebut langsung kembali terbang tanpa mengakomodasi penumpang lanjutan secara normal. Bahkan, armada yang digunakan disebut bukan pesawat reguler yang biasa melayani rute tersebut, melainkan pesawat pengganti akibat penumpukan penumpang di Makassar.
Dampak keterlambatan ini berlanjut pada penumpang tujuan Jayapura. Jadwal keberangkatan yang semula direncanakan pada pagi hari pukul 07.00–09.00 WIT mengalami penundaan berulang—dari pukul 10.00, 11.00, hingga 13.00 WIT—sebelum akhirnya dinyatakan batal dan ditunda ke hari berikutnya.
“Kami sudah menunggu sejak pagi, tapi pada akhirnya dibatalkan. Tidak ada kepastian sejak awal,” ujar salah satu penumpang yang terdampak.
Selain kerugian waktu, penumpang juga mengaku mengalami kerugian materiil. Sejumlah penumpang yang telah melakukan reservasi hotel di Jayapura terpaksa kehilangan biaya karena tidak dapat melakukan check-in sesuai jadwal, tanpa adanya kompensasi dari pihak maskapai.
Yang menjadi sorotan, kebijakan kompensasi dinilai tidak adil. Pihak maskapai hanya menyediakan penginapan di Adaman Hotel beserta transportasi pulang-pergi bagi penumpang yang tidak berdomisili di Nabire. Sementara penumpang yang berdomisili di Nabire tidak mendapatkan fasilitas serupa.
“Semua penumpang membeli tiket dengan harga yang sama, tetapi perlakuan kompensasinya berbeda. Ini tidak adil,” tegas penumpang tersebut.
BRT menambahkan Tak hanya itu, dampak gangguan operasional ini juga merembet pada jadwal penerbangan lain.
Penerbangan Sriwijaya Air rute Jayapura–Nabire yang dijadwalkan keesokan harinya dilaporkan turut ditunda hingga 31 Maret 2026. Tambahnya
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya transparansi informasi, kepastian jadwal, serta keadilan dalam pemberian kompensasi kepada penumpang, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi udara seperti Papua.
Hingga berita ini diturunkan, pihak maskapai Sriwijaya Air belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan, pembatalan penerbangan, maupun kebijakan kompensasi terhadap penumpang terdampak, menambah ketidakpastian di tengah keluhan penumpang yang merasa dirugikan, awak media masih berupaya mencari kontak kordinator maskapai Sriwijaya air Nabire untuk melakukan konfirmasi terkait insiden tersebut





















