Festival Media se-Tanah Papua 2026 Resmi Dibuka di Nabire, Perkuat Profesionalisme dan Solidaritas Insan Pers Papua

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah nabirenews.com Festival Media se-Tanah Papua Tahun 2026 resmi dibuka pada Selasa (13/1/2026), menandai sejarah baru sebagai festival media pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Januari 2026 ini dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Morgo, Nabire.

Pembukaan festival dilakukan secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, H. Tumiran, S.Sos., M.AP., mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa, yang ditandai dengan pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Bupati Intan Jaya Aner Maiseni, Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP) Elisa Sekenyap, serta sejumlah wartawan senior Papua, di antaranya Wolas Krenak, Krist Ansaka, Dominggus Mampioper, Rustam Madubun, dan Viktor Mambor. Festival juga diikuti para jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Tumiran, disampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh insan pers yang hadir dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh wartawan, insan media, dan tamu kehormatan. Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami, karena Nabire hari ini menjadi ruang temu insan pers Papua lintas generasi dan lintas platform,” ujar Tumiran.

Gubernur menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah. Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga nurani publik, pengawas kebijakan, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, jurnalis Papua saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, persoalan keamanan dalam peliputan, hingga derasnya arus transformasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Karena itu, Festival Media se-Tanah Papua dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas, kompetensi, serta profesionalisme insan pers di Papua.

“Festival ini menjadi ruang belajar dan refleksi bagi insan pers Papua agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan etika jurnalistik, nilai-nilai kemanusiaan, serta prinsip keberimbangan dalam pemberitaan,” lanjutnya.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk terus mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, inklusif, independen, dan berkelanjutan.

Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap, menyebut Festival Media se-Tanah Papua 2026 sebagai tonggak sejarah penting bagi perkembangan dunia pers di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah.

Baca Juga:  Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) Provinsi Papua Tengah Menggelar Rapat Penjemputan Menteri Pertahanan RI Ke Provinsi Papua Tengah Kabupaten Nabire

Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat solidaritas, kolaborasi, dan kualitas jurnalis Papua dalam menghadapi perubahan dunia media.

“Festival ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas jurnalis Papua. Media Papua harus berdiri kuat, profesional, dan berpihak pada kebenaran serta kemanusiaan,” tegas Elisa.

Ia menambahkan, AWP berkomitmen terus mendorong peningkatan kapasitas wartawan Papua agar mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai budaya lokal.

“Media Papua harus mampu menceritakan Papua secara utuh, tidak hanya tentang konflik, tetapi juga tentang harapan, potensi, prestasi, dan kekuatan masyarakat Papua,” tambahnya.

Ketua Panitia Festival Media se-Tanah Papua 2026, Abeth Abraham You, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival media pertama di Nabire.

Ia menjelaskan bahwa festival dirancang sebagai ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring antarsesama jurnalis dari seluruh Tanah Papua.

“Festival ini dirancang sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring antarjurnalis se-Tanah Papua. Kami ingin jurnalis Papua semakin siap menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan isu-isu kompleks di daerah,” katanya.

Abeth berharap hasil dari festival ini tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan mampu melahirkan karya-karya jurnalistik berkualitas yang memberi dampak nyata bagi masyarakat Papua.

“Festival Media se-Tanah Papua 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan, kolaborasi, dan penguatan profesionalisme insan pers Papua demi terwujudnya Papua yang damai, bermartabat, dan berkeadilan,” tutupnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai agenda penguatan kapasitas jurnalis, antara lain pelatihan jurnalistik investigasi, keamanan digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia jurnalistik, hingga diskusi mengenai jurnalisme damai.

Usai seremoni pembukaan, peserta mengikuti pameran foto jurnalistik serta talkshow bertema “Jurnalisme Humanisme dan Suara dari Pinggiran” yang menghadirkan wartawan senior Wolas Krenak sebagai narasumber dengan moderator Krist Ansaka.

Dalam sesi tersebut, Wolas membagikan pengalaman panjangnya sebagai jurnalis yang pernah dipercaya meliput di Desk Istana Negara sejak era Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Melalui kisah perjalanan kariernya, Wolas memberikan motivasi kepada para jurnalis muda Papua agar tetap menjaga idealisme, integritas, dan keberanian dalam menjalankan profesi, sekaligus terus meningkatkan kualitas diri di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat.

Sebagai penutup rangkaian Festival Media se-Tanah Papua 2026, panitia akan menggelar Malam Penganugerahan Papua Journal Association Award 2021, sebagai bentuk apresiasi terhadap insan pers yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia jurnalistik di Tanah Papua. (*)

Berita Terkait

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB
P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
Respons Cepat Pemprov Papua Tengah, Dinkes Berhasil Terbangkan Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa Intan Jaya
Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru