Dua Anggota KKB Tewas Ditembak Dalam Operasi Gabungan Polda Papua Tengah di Nabire

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 05:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com-
Tim gabungan dari Polda Papua Tengah berhasil menindak tegas dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Papua Tengah. Dalam operasi yang berlangsung di Kabupaten Nabire pada Jumat (16/5/2025), kedua terduga pelaku tewas setelah berusaha melawan saat hendak ditangkap. Penindakan ini dilakukan sebagai bagian dari pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan seorang warga di Kabupaten Dogiyai.

Kedua pelaku yang tewas, masing-masing berinisial MP dan HD, diketahui sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) Polres Dogiyai. Mereka diduga kuat terlibat dalam pembunuhan Josep Agus Lepa yang terjadi pada 5 Mei 2025 di Kabupaten Dogiyai. Penangkapan keduanya berlangsung sekitar pukul 13.15 WIT di putaran Philips, Kilometer 50, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menjelaskan bahwa operasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan profesional. “Keduanya terpaksa dilumpuhkan setelah melakukan perlawanan terhadap petugas yang mencoba menangkap mereka. Tindakan tegas dan terukur ini dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah,” ujar AKBP Samuel dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat malam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah kejadian tersebut, jenazah kedua pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire untuk dilakukan perawatan lebih lanjut dan proses visum.

Selama pemeriksaan, sejumlah barang bukti ditemukan pada kedua pelaku yang mengindikasikan keterlibatan mereka dalam kelompok teroris. Dari tubuh HD, petugas menemukan berbagai barang bukti, antara lain:

11 butir amunisi 5,56 5Tj

1 buah topi kupluk berwarna hitam, hijau tua, hijau muda, unggu, dan merah muda

1 buah jaket kulit berwarna hitam

1 buah baju kaos oblong bermotif loreng berwarna hijau putih cokelat dengan gambar bendera KNPB TPNPB di bagian dada

Baca Juga:  Safari Ramadhan Terakhir, PCNU Nabire Pererat Silaturahmi Bersama Jamaah Masjid Al Barokah Wanggarsari

1 buah parang panjang 61 cm dengan gagang yang dililit karet ban dalam berwarna hitam dan bagian sisi parang bergerigi

1 unit HP Oppo dengan soft case bening

1 tas noken jaring cokelat dan barang lainnya

Sedangkan dari tubuh MP, barang bukti yang ditemukan meliputi:

1 unit sepeda motor HONDA VERZA 150 Warna Hitam

1 buah jaket hitam

1 buah kalung manik-manik berwarna hitam kuning

1 baju kaos oblong loreng dengan gambar bendera KNPB TPNPB

1 buah HP Oppo dengan soft case merah maroon

2 lembar uang tunai Rp 100.000,00, Rp 20.000,00, dan Rp 5.000,00

1 tas noken jaring cokelat dan barang lainnya

Kapolres Nabire mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah melakukan tugas dengan baik serta dukungan dari masyarakat yang terus memberikan informasi berharga terkait keberadaan para pelaku. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang bertugas dengan dedikasi tinggi, serta kepada masyarakat yang telah memberikan laporan yang akurat untuk membantu kami dalam menangani kasus ini,” ujar AKBP Samuel.

Polda Papua Tengah menegaskan bahwa pengejaran terhadap jaringan KKB yang masih berkeliaran akan terus dilanjutkan. Aparat keamanan berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat dari ancaman kelompok teroris tersebut.

Polda Papua Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dengan memberikan informasi yang berguna dan mendukung upaya aparat dalam menjaga kedamaian di wilayah Papua Tengah.

Dengan terus melanjutkan operasi dan tindakan tegas terhadap KKB, Polda Papua Tengah berkomitmen memastikan situasi keamanan tetap terkendali, serta agar warga Papua Tengah dapat hidup dalam kedamaian.

( papedanews )

Berita Terkait

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?
Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah
Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat
Secangkir Kopi, Sejuta Inspirasi: Wartawan Nabire Bertukar Pikiran di Cafe DC
Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga
Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Rabu, 2 September 2026 - 11:22

Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah

Rabu, 2 September 2026 - 01:40

Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Berita Terbaru