Nabire- papua tengah papedanews.com Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR., menekankan pentingnya menjaga kesepakatan bersama dalam penyelesaian persoalan antara masyarakat Topo, Distrik Uwapa, dan masyarakat Sanoba. Ia berharap pembayaran denda yang telah diterima dalam proses penyelesaian tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam penyelesaian persoalan duka.
Dalam penyampaiannya di hadapan kedua belah pihak, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu berharap kesepakatan yang telah dicapai menjadi titik akhir dari persoalan tersebut, sehingga tidak kembali memunculkan konflik baru, baik di Uwapa, Sanoba, maupun wilayah Nabire secara umum.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak perlu menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu pertikaian kembali.
“Denda yang sudah diterima atau pembayaran yang sudah diberikan ini kita gunakan sebaik mungkin untuk kesejahteraan saudara-saudara dalam penyelesaian masalah duka ini,” demikian penegasan Kapolres Nabire dalam pernyataannya.
Selain menekankan penggunaan pembayaran denda, Kapolres juga mengimbau masyarakat dari kedua belah pihak agar kembali ke tempat masing-masing dengan aman dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan persoalan baru.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kepulangan masyarakat, ia menyampaikan akan membantu menyiapkan kendaraan berupa truk. Ia juga meminta Kapolsek Uwapa, Pak Wayan, untuk membantu mengawal perjalanan masyarakat yang kembali ke wilayah Uwapa.
Kapolres mengingatkan agar perjalanan pulang berlangsung tertib, tanpa kebut-kebutan maupun tindakan yang dapat memicu keributan. Hal serupa juga diharapkan bagi masyarakat Sanoba agar dapat kembali dengan aman.
AKBP Samuel Dominggus Tatiratu turut menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat, orang tua, serta masyarakat dari kedua belah pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.
Ia berharap perdamaian yang telah dicapai tidak hanya berhenti pada kesepakatan, tetapi juga diwujudkan melalui komitmen bersama untuk saling menghormati dan mencegah terulangnya konflik.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nabire tetap kondusif serta hubungan antara masyarakat Topo dan Sanoba dapat kembali berjalan dengan baik



















