Nabire, Papua Tengah papedanews.com Suasana haru menyelimuti pertemuan antara Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dengan warga dari dua kelompok yang terlibat aksi saling serang menggunakan panah dan busur . Dalam kunjungannya ke lokasi kejadian pada Minggu sore, Kapolres tampak berkali-kali menahan emosi bahkan berlinang air mata ketika menyampaikan imbauan agar kedua pihak menghentikan tindakan kekerasan yang berpotensi memicu korban lebih banyak.
Kepada warga yang berkumpul, Kapolres menegaskan bahwa langkahnya turun langsung bukan untuk menekan atau membuat situasi semakin sulit, melainkan untuk memastikan tidak ada lagi korban jiwa. “Kami datang netral. Kami pisahkan supaya jangan banyak korban,” ujarnya dengan suara bergetar.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres mengingatkan bahwa kedua kelompok sebelumnya telah diminta hadir di Polres untuk mencari jalan damai, namun kesepakatan belum tercapai sehingga insiden kembali terulang. Kapolres juga menekankan bahwa memasuki bulan Desember—bulan yang penuh makna bagi umat Kristiani sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus—seharusnya menjadi momentum untuk menahan diri dan menjaga kedamaian. “Lonceng gereja itu panggil kita beribadah, bukan untuk saling baku panah,” tuturnya.
Dengan melepas helm dan penutup kepala sebagai bentuk ketulusan, ia menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi warga, baik yang berada di atas maupun di bawah. “Saya mungkin punya kulit lain, tapi saya punya darah merah, tulang putih. Ketika saya hadir di sini, saya harus netral,” ucapnya.
Di hadapan tua-tua adat, tokoh masyarakat, dan warga yang masih diliputi emosi, Kapolres kembali menegaskan dengan lantang agar aksi saling serang dihentikan segera. Ia bahkan menyatakan kesiapannya turun langsung menangkap pihak manapun yang masih melakukan penyerangan. “Berhenti buang panah di dalam Nabire. Kalau masih ada, saya sendiri yang akan turun tangkap,” tegasnya.
Kapolres juga menginstruksikan agar semua korban luka, baik dari sisi mana pun, segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis. Kedamaian, menurutnya, tidak bisa dibangun jika amarah terus dipupuk.
Mengakhiri penyampaiannya di tengah suasana penuh keharuan, Kapolres menutup dengan pesan kasih dan doa. “Saya minta, mari kita masuk bulan Desember dengan damai. Tuhan Yesus memberkati. Shalom. Selamat sore.”
Kehadiran Kapolres yang tulus dan emosional tersebut diharapkan dapat melunakkan hati kedua pihak agar menahan diri, menghentikan aksi kekerasan, dan kembali hidup berdampingan demi keamanan bersama.



























