Antisipasi Penyebaran Campak, Dinkes Papua Tengah Kerahkan Tim Investigasi ke Dogiyai

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DOGIYAI Papua Tengah papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat merespons laporan dugaan kasus campak di Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai. Sebagai langkah antisipasi, tim surveilans dan investigasi epidemiologi diterjunkan pada Jumat (17/7/2026) untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit.

 

Tim dipimpin Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, yohanes Kayame, S.KM., M.Kes., atas arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chan, M.Kes., CH.Med., CHt., Sp.KKLP. Kegiatan dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai dengan melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, pemerintah kampung, serta tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Yohanes Kayame mengatakan, langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular. Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi berbasis data dan fakta guna memastikan situasi sebenarnya sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

 

“Setiap laporan yang kami terima harus ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Tujuannya bukan hanya memastikan diagnosis, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit agar tidak meluas di masyarakat,” ujarnya.

 

Selama berada di Kampung Modio, tim melaksanakan berbagai tahapan investigasi, meliputi verifikasi dan validasi kasus, penelusuran riwayat penyakit, pencarian kemungkinan kasus tambahan, pemeriksaan status imunisasi, hingga pengambilan sampel sesuai standar operasional dan pedoman Kementerian Kesehatan.

 

Selain penyelidikan epidemiologi, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala campak, pentingnya imunisasi dasar lengkap, serta langkah-langkah pencegahan penularan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat kabupaten dan puskesmas agar mampu melakukan deteksi dini serta penanganan penyakit menular secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Hitung Exit Poll Paslon Mari – Yo Unggul Sementara 57 Persen

 

Dalam pelaksanaannya, tim sempat menghadapi kendala berupa penolakan dari sebagian keluarga terhadap proses investigasi pada kasus seorang anak yang meninggal dunia. Namun melalui pendekatan persuasif yang melibatkan pemerintah kampung dan tokoh masyarakat, proses investigasi akhirnya dapat dilaksanakan dengan tetap menghormati nilai-nilai adat, budaya, dan kemanusiaan.

 

Dinas Kesehatan Papua Tengah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta segera membawa anggota keluarga ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam yang disertai ruam kemerahan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.

 

“Lengkapi jadwal imunisasi anak-anak kita karena itu merupakan perlindungan paling efektif. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami berharap penanganan dapat berjalan optimal sehingga penyebaran penyakit bisa dicegah,” kata Yohanes Kayame.

 

Hingga saat ini, proses investigasi dan pemantauan masih terus dilakukan. Hasil penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan perlindungan kesehatan masyarakat serta mencegah meluasnya penyebaran penyakit.

 

Berita Terkait

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya
DK Donat Gunung Batu Curi Perhatian Pecinta Kuliner, Pelanggan Asal Papua Puji Kelembutan dan Variasi Topping
Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan
Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan
Berita ini 44 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:18

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:34

Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:39

Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:27

Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T

Berita Terbaru