Sentuh Luka Kemanusiaan di Puncak, Gubernur dan wakil gubernur Papua Tengah Pastikan Korban Terlindungi dan Masa Depan Anak-anak Terjaga

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 14:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Puncak menyusul insiden penembakan yang menewaskan dan melukai warga sipil. Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap masyarakat yang terdampak tragedi kemanusiaan tersebut. Jumat (17/04/2026)

 

Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Wakil Gubernur, Kapolda Papua Tengah, Danrem 173/PVB, unsur Majelis Rakyat Papua, Dinas Kesehatan Provinsi, serta perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah yakni Wakil Ketua Komisi V. Rombongan meninjau langsung kondisi korban, keluarga terdampak, serta situasi keamanan di wilayah kejadian.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Usai kunjungan, Gubernur Papua Tengah tiba kembali di Nabire pada pukul 15.00 WIT melalui Bandara Douw Aturure.

Dalam keterangannya, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban hingga sembuh total. Menurutnya, para korban tidak boleh merasa sendiri menghadapi musibah ini.

 

Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak korban. Gubernur mengungkapkan terdapat tiga anak yang ayahnya telah meninggal dunia dalam peristiwa sebelumnya.

 

Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan mempertimbangkan untuk membiayai pendidikan ketiga anak tersebut agar mereka tetap mendapatkan masa depan yang layak dan kelak dapat kembali membangun daerahnya.

Baca Juga:  Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley Kenakan Busana Adat, Simbol Persatuan di HUT ke-80 RI

 

Terkait situasi di lapangan, Gubernur menjelaskan komunikasi dan dialog dengan masyarakat terus dilakukan. Dari hasil koordinasi sementara, satu kampung telah dinyatakan kondusif, sementara dua kampung lainnya masih membutuhkan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan kemungkinan adanya korban lain.

 

Pemerintah daerah bersama tim gabungan juga tengah menyiapkan langkah tanggap darurat. Dukungan logistik, tenda pengungsian, dan kebutuhan dasar masyarakat akan segera diperkuat, termasuk bantuan tambahan bagi Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya yang telah lebih dulu bergerak di lapangan.

 

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengecam keras tindakan kekerasan yang mengakibatkan anak-anak dan perempuan menjadi korban. Ia menegaskan bahwa penanganan keamanan harus dilakukan secara profesional, tepat sasaran, dan tidak mengorbankan warga sipil yang tidak bersalah.

 

Menurutnya, pendekatan ke depan harus mengedepankan dialog, komunikasi, serta langkah-langkah humanis. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendorong solusi damai melalui diplomasi kemanusiaan demi menciptakan keamanan yang berkelanjutan di wilayah pegunungan Papua.

 

“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir. Anak-anak dan perempuan tidak boleh menjadi korban. Ke depan, penyelesaian persoalan harus lebih mengutamakan komunikasi, pendekatan humanis, dan solusi damai,” tegas Gubernur.

Berita Terkait

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB
P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
Respons Cepat Pemprov Papua Tengah, Dinkes Berhasil Terbangkan Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa Intan Jaya
Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat
Berita ini 180 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru