Nabire, Papua Tengah papedanews.com Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Papua Tengah melakukan upaya pencarian dan pengamanan terhadap seorang anak perempuan di bawah umur yang diduga menjadi korban dalam kasus prostitusi yang mengandung unsur pidana.
Saat di konfirmasi awak media papedanews Kanit Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Papua Tengah Iptu Irene Rumaropen, S.Tr.K., S.I.K, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan oleh penyidik selama dua hari hingga akhirnya, anak tersebut berhasil ditemukan dan diamankan pada malam hari. Pengamanan dilakukan sebagai langkah awal perlindungan terhadap anak yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penanganan ini, Polda Papua Tengah berperan membantu proses pengamanan anak, pengambilan keterangan, serta pemeriksaan terhadap seluruh saksi dan pihak-pihak yang terkait. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Polrestabes Makassar sebagai pihak yang menangani proses hukum utama.
Iptu Irene Rumaropen menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polrestabes Makassar, Unit PPA Sulawesi Selatan, serta instansi terkait di wilayah Papua Tengah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, anak tersebut diketahui dalam kondisi hamil lima bulan, sehingga langkah prioritas yang diambil adalah memulangkan korban ke daerah asal demi kepentingan terbaik bagi anak.
Lebih lanjut , Kanit Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Papua Tengah menegaskan Terkait penanganan terhadap terduga pelaku, bahwa tindak lanjut hukum sepenuhnya menjadi kewenangan Polrestabes Makassar. Proses hukum tetap akan dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan, mengingat perkara ini melibatkan anak di bawah umur.
Saat ini, fokus utama aparat adalah memastikan keselamatan perlindungan anak . Polda Papua Tengah juga membuka ruang koordinasi lanjutan dengan media untuk peliputan serta transparansi publik



























