ADA APA!! Sudah Satu tahun ini BOSS Teror Bom molotov Di kantor JuBi ,pihak kepolisian tak kunjung ungkap pelakunya

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 04:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura Papuapapedanews.comTepat setahun pasca-teror bom molotov yang menimpa Kantor Redaksi Jujur Bicara (Jubi) pada 16 Oktober 2024 lalu, Koalisi Advokasi Keadilan dan Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor Jubi, Kamis (16/10/2025).

 

Dilansir media ceposonline.com Aksi tersebut digelar untuk menuntut keadilan dan mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku teror yang hingga kini belum teridentifikasi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, aksi ini direncanakan berlangsung di Taman Imbi, Kota Jayapura. Namun karena tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian, massa kemudian memusatkan aksinya di depan Kantor Redaksi Jubi.

Dalam aksi yang berlangsung tertib dan damai itu, para peserta secara bergantian menyampaikan orasi.

Mereka menyoroti lambannya penanganan kasus teror tersebut, yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap, dalam orasinya dengan tegas mempertanyakan komitmen aparat kepolisian dalam mengusut kasus itu.

 

“Pelakunya harus diungkap. Ini negara hukum. Kalau tidak diungkap, itu artinya terlibat ? Apakah pelakunya ini suanggi (makhluk gaib) sehingga tidak bisa diungkap? Jelas-jelas di CCTV terlihat dua orang yang melempar bom molotov tapi kenapa polisi diam saja? tegas Elisa.

Baca Juga:  PPP dan PDIP Fasilitasi Dialog Politik: DPD GRI Tegaskan Komitmen Dukung Program Gubernur Meki Nawipa

 

Koalisi menilai, ketidakjelasan penanganan kasus ini merupakan bentuk pembiaran terhadap tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis di Papua.

 

“Negara ini mengaku sebagai negara

demokrasi, tapi kenyataannya wartawan diteror dan diintimidasi. Aparat justru tidak serius menanganinya. Padahal undang-undang jelas mengatur bahwa wartawan wajib dilindungi,” lanjutnya.

 

Diketahui, dalam peristiwa teror yang terjadi pada 16 Oktober 2024 tersebut, dua orang terekam CCTV melemparkan bom molotov ke halaman Kantor Jubi.

Akibat insiden itu, dua unit mobil milik redaksi terbakar. Namun hingga kini, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

 

Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIT itu berlangsung kondusif tanpa pengamanan aparat.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap berjalan lancar (*)

Berita Terkait

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB
P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
Respons Cepat Pemprov Papua Tengah, Dinkes Berhasil Terbangkan Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa Intan Jaya
Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru