Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Desak Penghentian Izin Miras : “Pemimpin Harus Bertanggung Jawab atas Korban Jiwa”

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 13:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, Papua Tengah papedanews.com Wakil Ketua III DPR Provinsi Papua Tengah, Sony Bekies Kogoya, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden kerusuhan yang terjadi di Pasar Karang, Nabire, pada Kamis (26/6/2025), yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka. Peristiwa tersebut diketahui dipicu oleh konsumsi minuman keras secara berlebihan oleh sekelompok pemuda.

Dalam pernyataannya, Sony menegaskan bahwa tragedi ini seharusnya menjadi alarm moral dan politik bagi para pemimpin daerah, terutama di tingkat eksekutif dan legislatif Kabupaten Nabire.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Minuman keras sudah terlalu lama merusak generasi kita. Pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Ketua DPRD Nabire, harus bertanggung jawab. Mereka yang memberi izin kepada distributor dan penjual miras, baik yang resmi maupun ilegal,” ujar Sony dalam wawancara terbuka.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sony mengungkapkan, berdasarkan data yang ia kantongi, terdapat 49 titik penjualan minuman keras di wilayah Nabire, namun hanya 29 di antaranya yang mengantongi izin resmi. Sisanya, beroperasi secara ilegal dan tetap dibiarkan tanpa tindakan tegas. Ia mempertanyakan mengapa izin penjualan diberikan terhadap produk yang nyata-nyata mengorbankan nyawa masyarakat.

“Kalau alasan mereka untuk pendapatan asli daerah (PAD), saya rasa Papua Tengah ini punya dana otonomi khusus, ada dana dari royalti, dari sektor tambang dan lainnya. Tidak sebanding kalau nyawa masyarakat dikorbankan hanya demi PAD dari miras,” tegasnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua III DPRP Provinsi Papua Tengah Soroti Masalah Manajemen RSUD dan Berikan Dukungan untuk Pengelolaan oleh Provinsi

Lebih lanjut, Sony menuntut agar pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Nabire segera mengambil langkah konkret, termasuk membentuk peraturan daerah (Perda) yang melarang peredaran dan penjualan minuman keras di wilayah tersebut.

“Saya harap segera dibuat perda larangan miras di Nabire. Ini bukan hanya tentang satu orang yang meninggal, ini soal menyelamatkan masa depan generasi Papua. Tidak ada lagi tempat bagi miras di provinsi baru ini,” tegasnya.

Sony juga menyoroti tanggung jawab moral pemimpin daerah.

“Kami dipilih oleh rakyat untuk melindungi rakyat. Kalau kepala daerah dan pimpinan DPR tidak punya hati, tidak punya telinga untuk dengar jeritan masyarakat, maka mereka sedang gagal menjalankan mandat demokrasi,” katanya.

Sebagai daerah otonomi baru dan pusat pertumbuhan penduduk dari berbagai suku, Sony menekankan pentingnya menjadikan Nabire sebagai kota yang aman dan bebas dari pengaruh destruktif minuman keras.

“Nabire kini menjadi kota majemuk. Kita harus bangun provinsi ini dengan nilai-nilai hidup, bukan dengan menjual racun yang membunuh anak-anak kita,” pungkasnya.

Sony Bekies juga menegaskan, langkah pelarangan dan penertiban miras tidak hanya akan menyelamatkan kehidupan masyarakat Papua, tetapi juga memperkuat solidaritas antar umat dan membangun peradaban yang sehat di tengah kota yang kini menjadi wajah dari Provinsi Papua Tengah.

 

Papedanews

Berita Terkait

Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, Polres Nabire Tuntaskan Kasus Korupsi PLTS Distrik Moora: Negara Rugi Rp 785 Juta
Wakil Wali Kota Bandung Erwin Ditetapkan Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan
PCNU Nabire Siap Gelar Pendidikan Dasar Kader Penggerak NU Angkatan Pertama
Penyaluran Beras SPHP-FIS Diluncurkan Serentak di Polda Papua Tengah
Tokoh Pemuda Mamberamo, Simeon Yadeu, Imbau Warga Waroki Jaga Kondusifitas Menjelang Natal dan Tahun Baru
Ucapan terimakasih kepala suku Dani atas bantuan usaha ternak babi dari presiden Prabowo
Ucapan terimakasih kepala suku Dani atas bantuan usaha ternak babi dari presiden Prabowo
Tokoh Pemuda Memberamu menyambut naik bantuan dari pemerintahan pusat, ucapan terimakasih
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:24

Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, Polres Nabire Tuntaskan Kasus Korupsi PLTS Distrik Moora: Negara Rugi Rp 785 Juta

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:56

Wakil Wali Kota Bandung Erwin Ditetapkan Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:06

PCNU Nabire Siap Gelar Pendidikan Dasar Kader Penggerak NU Angkatan Pertama

Selasa, 9 Desember 2025 - 07:26

Penyaluran Beras SPHP-FIS Diluncurkan Serentak di Polda Papua Tengah

Senin, 8 Desember 2025 - 06:21

Tokoh Pemuda Mamberamo, Simeon Yadeu, Imbau Warga Waroki Jaga Kondusifitas Menjelang Natal dan Tahun Baru

Senin, 8 Desember 2025 - 06:08

Ucapan terimakasih kepala suku Dani atas bantuan usaha ternak babi dari presiden Prabowo

Senin, 8 Desember 2025 - 05:51

Tokoh Pemuda Memberamu menyambut naik bantuan dari pemerintahan pusat, ucapan terimakasih

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:15

PKS Nabire Beri Tali Asih Sembako, Wujud Solidaritas kepada Yayasan Difabel Papua Tengah

Berita Terbaru