
Berita | Daerah | Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:42
Nabire Papua Tengah papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan program subsidi angkutan udara untuk memperluas akses transportasi masyarakat di wilayah pedalaman. Program tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026 dan berlangsung hingga akhir tahun. Peluncuran program dilakukan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley di Nabire, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program penerbangan subsidi ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan PT AMA. Layanan tersebut menggunakan pesawat Pilatus Porter PC-6 yang dirancang untuk melayani wilayah dengan kondisi geografis dan infrastruktur penerbangan yang terbatas. Sebanyak enam rute pedalaman akan dilayani dari Nabire, yakni Nabire–Ilaga di Kabupaten Puncak, Nabire–Mulia di Kabupaten Puncak Jaya, Nabire–Bilogai di Kabupaten Intan Jaya, Nabire–Enarotali di Kabupaten Paniai, Nabire–Moanemani di Kabupaten Dogiyai, serta Nabire–Waghete di Kabupaten Deiyai. Frekuensi penerbangan ditetapkan dua hingga tiga kali pulang-pergi dalam sepekan, menyesuaikan masing-masing rute. Gubernur Meki Nawipa mengatakan, subsidi penerbangan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin pelayanan dasar sekaligus membuka akses mobilitas masyarakat antarkabupaten. “Pada hari ini, di HUT ke-81 negara ini, negara perlu hadir menjamin rakyatnya di atas tanah ini. Karena itu, melalui Pemerintah Provinsi Papua Tengah, gubernur dan wakil gubernur bersepakat memberikan subsidi penerbangan,” ujar Meki. Menurutnya, keberadaan layanan penerbangan bersubsidi diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayah pedalaman, khususnya dalam memperoleh akses transportasi yang lebih mudah menuju pusat-pusat pemerintahan dan pelayanan publik. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah mempercepat pembangunan dan memastikan pelayanan dasar dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang sulit diakses melalui transportasi darat.