Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Mimbar Bebas di Pasar Karang Nabire

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 01:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah papedanews.com Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire, Kamis (11/9). Aksi tersebut dipimpin oleh koordinator lapangan, Marius Petege, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

 

Dalam aksi ini, mahasiswa menyuarakan dua tuntutan utama, yakni pembebasan empat tahanan politik (Empatapol) serta penolakan terhadap masuknya berbagai investasi yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Papua Tengah darurat investasi. Perusahaan-perusahaan yang direncanakan hadir bukan untuk mensejahterakan masyarakat, tetapi hanya menguntungkan segelintir orang dan elit tertentu,” ujar Marius Petege dalam orasinya.

 

Mereka menilai, kehadiran perusahaan justru mengancam masa depan masyarakat Papua. Karena itu, mahasiswa menegaskan sikap penolakan terhadap investasi yang dianggap hanya membawa kerugian sosial maupun lingkungan.

Baca Juga:  Pemabuk Mengacau di Sekolah Inklusi Matahari, Anak-Anak Trauma dan Kehilangan Barang

 

Selain itu, aksi solidaritas ini juga ditujukan untuk mendesak pembebasan empat tahanan politik yang saat ini sedang menjalani persidangan. “Kami bersuara untuk Empatapol. Mereka harus dibebaskan tanpa syarat. Sidang mereka sudah berjalan, dan kami akan terus mengawal hingga ada keputusan yang adil,” tegas Marius.

 

Para mahasiswa menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Selama suara kami diabaikan, kami akan terus turun ke jalan,” seruan massa aksi.

Kegiatan mimbar bebas ini juga dihadiri sejumlah wartawan. Massa aksi mimbar bebas berharap media dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah.

Berita Terkait

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks
Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Berita Terbaru