Nabire Papua Tengah, PAPEDANEWS.COM Wakil Ketua III DPR Papua Tengah, Sony Bekies Kogoya, S.KM., M.Kp., mengajak pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan pascainsiden yang terjadi di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara.
Dalam keterangannya, Sony menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena seluruh masyarakat masih diberikan kesehatan dan kesempatan menjalani aktivitas. Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa seluruh elemen masyarakat harus mengutamakan langkah pencegahan agar konflik tidak meluas.
“Kita semua harus berpikir bagaimana menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Tolikara dan Puncak Jaya. Semua pihak harus bersatu mencari solusi agar konflik seperti yang terjadi tadi malam tidak terulang kembali,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sony, akses darat yang menghubungkan Tolikara dan Puncak Jaya memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok. Karena itu, setiap gangguan keamanan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat segera membangun komunikasi yang baik serta memperkuat kolaborasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Ini bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan atau kelompok tertentu. Ini tanggung jawab kita semua. Jangan ada yang bersikap apatis. Semua harus mengambil peran untuk menjaga daerah ini tetap aman,” tegasnya.
Selain mengajak masyarakat menjaga keamanan, Sony juga menyampaikan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI) yang bergerak cepat mengevakuasi korban dari Distrik Kanggime menuju Rumah Sakit Tolikara. Ia memberikan penghargaan khusus kepada PMI Kabupaten Puncak Jaya yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan korban meski lokasi kejadian berada di kabupaten tetangga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PMI yang telah bergerak cepat membantu masyarakat. Kepedulian seperti ini patut kita apresiasi,”* katanya.
Di sisi lain, Sony mengingatkan bahwa Kabupaten Tolikara akan menjadi tuan rumah Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) Sinode pada November 2026. Agenda keagamaan berskala nasional tersebut akan dihadiri oleh perwakilan delapan wilayah se-Indonesia, sehingga membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaannya.
Menurutnya, panitia telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Karena itu, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat diharapkan terus memperkuat koordinasi serta menjaga situasi tetap kondusif agar seluruh rangkaian rapat dan pelayanan gereja dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
“Kegiatan gereja ini sangat penting. Karena itu, kita harus menjaga situasi tetap aman agar seluruh agenda pelayanan dapat berjalan dengan baik,”* ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Puncak Jaya di DPR Papua Tengah, Sony menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya keamanan, persatuan, dan stabilitas di wilayah pegunungan Papua Tengah. Ia berharap seluruh pihak mengedepankan dialog, kebersamaan, dan semangat membangun daerah demi kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan di Papua Tengah.


















