Nabire, Papua Tengah PAPEDANEWS.COM Matahari Difable Centre Nabire resmi dibuka pada Sabtu, 7 Februari 2026, menandai tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan dan layanan kemanusiaan di Tanah Papua.
Lembaga ini menjadi pusat layanan pertama dan satu-satunya di Papua yang mengintegrasikan terapi medis klinis dengan sistem pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pusat layanan ini dipelopori oleh Maria Yetiasaputri Kapitarauw, S.Sos., M.M., AWP, praktisi manajemen sekaligus aktivis sosial kemanusiaan, yang menilai kehadiran fasilitas khusus bagi anak difabel di Papua Tengah merupakan kebutuhan mendesak.
Selama ini, banyak keluarga di Nabire dan wilayah sekitarnya harus keluar daerah bahkan keluar pulau untuk mendapatkan layanan terapi bagi anak-anak mereka.
“Matahari Difable Centre hadir untuk menjawab kerinduan orang tua di Papua. Kami bukan hanya sekolah atau tempat terapi, tetapi pusat rujukan. Kami siap mendampingi sekolah reguler di Nabire dan sekitarnya dalam melayani siswa disabilitas,” ujar Maria dalam sambutannya.
Matahari Difable Centre menawarkan layanan terpadu yang mencakup terapi medis, pendidikan inklusi, serta pemberdayaan vokasi bagi penyandang disabilitas.
Fasilitas utama yang tersedia antara lain pusat terapi terpadu yang meliputi terapi wicara, terapi okupasi, sensori integrasi, dan akupunktur, sekolah inklusi dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Matahari, serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mudamudi Papua Hebat untuk remaja difabel dan anak putus sekolah.
Dengan kehadiran pusat layanan ini, Matahari Difable Centre mengajak seluruh institusi pendidikan, instansi pemerintah, dan masyarakat untuk bersinergi membangun sistem pendidikan inklusif di Papua Tengah. Ke depan, lembaga ini diproyeksikan menjadi laboratorium inklusi, tempat guru-guru sekolah umum dapat belajar penanganan anak berkebutuhan khusus sesuai standar nasional.
Matahari Difable Centre berlokasi di Ruko Kelapa Dua Blok 150, Kalibobo, Nabire, dan berada di bawah naungan Yayasan Peduli Difabel Nabire.
Lembaga ini berkomitmen menciptakan lingkungan inklusif melalui pendekatan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas di Papua.
“Tidak boleh ada anak Papua yang tertinggal hanya karena mereka berbeda,” tegas Maria.



























