Nabire Papua Tengah papedanews.com Isu mengenai keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Nabire kembali mencuat setelah sebuah pesan berantai tersebar di berbagai grup WhatsApp warga pada Senin (27/10/2025). Pesan itu mengimbau masyarakat agar menghindari ruas Jalan Kali Harapan Pasar Sore Lapas, karena disebut-sebut terdapat kelompok pimpinan Aibon Kogoya yang akan melakukan aksi kriminal.
Pesan yang diawali dengan sapaan “Syalom, Selamat pagi keluarga…” tersebut sempat membuat warga resah dan waspada dalam beraktivitas.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal ini, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, melainkan harus tetap tenang dan bijak menyikapi setiap informasi yang beredar di media sosial.
“Setiap informasi yang beredar harus bersumber dari pihak berwenang, dalam hal ini dari Polda Papua Tengah atau Polres Nabire. Jangan langsung percaya apalagi menyebarkan kembali tanpa memastikan kebenarannya,” tegas AKBP Samuel saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas kelompok KKB di wilayah Papua Tengah. Namun, Kapolres menjelaskan bahwa posisi mereka tidak dapat dipastikan karena sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
“Kami terus memantau pergerakan mereka, tetapi belum bisa menginformasikan secara spesifik lokasi keberadaannya. Hal itu untuk mencegah munculnya ketakutan baru di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk memperkuat peran lingkungan dalam menjaga keamanan bersama. Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas.
“Mari kita tanggapi isu seperti ini dengan cara meningkatkan kewaspadaan. Ketua RT, RW, dan warga perlu aktif mendata setiap pendatang baru di lingkungannya. Bila ada hal mencurigakan, segera laporkan ke polisi,” ujarnya.
AKBP Samuel menambahkan, pengaktifan Pos Kamling di setiap kampung dan lingkungan juga sangat penting sebagai bentuk deteksi dini terhadap kemungkinan ancaman.
“Saya mengimbau agar Pos Kamling kembali diaktifkan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui lebih cepat bila ada warga baru yang belum dikenal atau jika muncul aktivitas mencurigakan di sekitar mereka,” tuturnya.
Kapolres memastikan hingga kini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Nabire masih kondusif dan terkendali. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pesan-pesan menyesatkan dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa.
“Mari kita pastikan setiap informasi itu benar dan berasal dari sumber yang jelas. Jangan sampai isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan menimbulkan keresahan. Polres Nabire berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh warga,” tutup AKBP Samuel D. Tatiratu.


























