Pelantikan Kepala Suku 8 Kabupaten Meepago Jadi Momentum Persaudaraan dan Perdamaian di Tanah Meepago*

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 06:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROVINSI PAPUA TENGAH

 

Nabire, papedanews.com Dalam suasana penuh hikmat dan semangat persaudaraan adat, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, S.H., secara resmi melantik dan mengukuhkan Kepala-Kepala Suku dari delapan kabupaten/kota di wilayah adat Meepago.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire, Jalan Merdeka, dan menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat adat di Provinsi Papua Tengah dalam memperkuat tatanan adat serta kemitraan dengan pemerintah.

 

Komitmen Bersama Kepala Suku Wilayah Meepago

 

Kami, para Kepala Suku di Wilayah Adat Meepago Provinsi Papua Tengah, di bawah kepemimpinan Kepala Suku Besar Melkias Keiya, S.H., menyatakan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai luhur adat, memperkuat peran kepemimpinan adat, serta mendukung kebijakan pembangunan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat adat.

Sebagai pilar adat dan mitra strategis pemerintah, kami bertekad untuk:

 

1. Memperkuat peran adat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah Meepago demi terciptanya kesejahteraan bersama.

2. Mewujudkan stabilitas keamanan dan kedamaian yang berkelanjutan, dengan mengedepankan musyawarah, persaudaraan, dan penghormatan antar-suku.

3. Mengawal dan menyukseskan program Pemerintah Pusat dan Daerah dengan melibatkan masyarakat adat secara aktif agar pembangunan benar-benar menyentuh kehidupan rakyat di kampung-kampung.

Pernyataan Resmi Kepala Suku Besar Wilayah Meepago

Dalam sambutannya, Melkias Keiya, S.H., menegaskan:

“Saya, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, dengan penuh tanggung jawab adat dan berdasarkan hukum yang berlaku, menyatakan:

1. Kami tidak akan mengganggu aktivitas program lembaga-lembaga adat lainnya, melainkan mendorong dan menjalin kemitraan kerja yang harmonis demi persatuan masyarakat adat di seluruh wilayah Meepago.

2. Kami tidak akan mengganggu program-program Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Daerah, sebaliknya kami mendukung penuh dan siap bermitra dalam setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan masyarakat adat.

3. Saya sebagai Kepala Suku Besar Wilayah Meepago telah dipilih dan diangkat secara sah berdasarkan:

Surat Keputusan Gubernur Nomor: 225/BKM KG.180.225.3202, Tanggal 11 Desember 2023, dan

Surat Keputusan Nomor: 8.1.2/188/Kesbangpol-PTT/2023, Tanggal 1 November 2023.

4. Pada tanggal 22 Oktober 2025, saya secara resmi melantik Kepala-Kepala Suku di delapan kabupaten/kota sebagai tuan rumah atas wilayah adat Meepago dalam kandungan Provinsi Papua Tengah, untuk bersama-sama menjaga tatanan adat, keamanan, serta keharmonisan antar wilayah adat di Tanah Papua Tengah.”

Keterwakilan dan Pengukuhan Kepala-Kepala Suku Wilayah Meepago

Dalam pelantikan tersebut, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago – Melkias Keiya, S.H. juga menegaskan bahwa wilayah Meepago mencakup tiga wilayah adat besar yang hidup berdampingan di Tanah Papua Tengah, yaitu:

1. Sebagian masyarakat Wilayah Adat Saireri yang berada di bawah wilayah adat Meepago, dengan Bapak Donatus Sembor dan Bapak Elias Misiro sebagai perwakilan kepala suku.

Baca Juga:  KOMUNITAS TUKANG KOMUNITAS PAPUA Para Tukang Bangunan dan Pencari Kerja di Papua Nabire, Papua Tengah,

2. Wilayah Adat Domberai, yang diwakili oleh Bapak Obed Murib.

3. Wilayah Adat Lapago, yang diwakili oleh Bapak Paus Tabuni dan Bapak Panus Pella.

Selain itu, dalam struktur adat Meepago juga terdapat Kepala Suku Besar Suku Auje, Biles Janampa, serta Kepala Suku Besar Suku Wolani, Harun Hagimbau, yang bersama-sama memperkuat lembaga adat di wilayah ini.

Sementara itu, delapan Kepala Suku di delapan kabupaten/kota yang telah resmi dikukuhkan dan dilantik adalah:

1. Fabianus Tebai – Kabupaten Nabire

2. Geradus Waine – Kabupaten Dogiyai

3. Pelipus Pekei – Kabupaten Deiyai

4. Semy Kayame – Kabupaten Paniai

5. Musa Kobogau – Kabupaten Intan Jaya

6. Yan Tinal – Kabupaten Mimika

7. Dedi Murib – Kabupaten Puncak Jaya

8. Telinus Telenggen – Kabupaten Puncak

Mereka kini menjadi bagian resmi dari struktur kepemimpinan adat di bawah Lembaga Perkumpulan Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, dengan tanggung jawab menjaga keamanan, adat istiadat, serta menjadi mitra pembangunan di masing-masing daerah.

 

Dasar Legalitas Hukum dan Lembaga Adat Meepago

 

Lembaga ini beroperasi secara sah di bawah Perkumpulan Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, berdasarkan:

 

Akta Notaris Nomor 13 Tanggal 13 November 2023

 

Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor RI. No. C-63.HT.03.01.Th.2007, Tanggal 09 Mei 2007

 

Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0011181.AH.01.07.Tahun 2023, Tanggal 08 Desember 2023,

 

tentang Pengesahan Pendirian Lembaga Perkumpulan Masyarakat Meepago Provinsi Papua Tengah di Jakarta.

 

Kantor resmi Lembaga Perkumpulan Wilayah Meepago beralamat di:

 

Jl. Merdeka No. 67, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.Telepon: 0813-5416-0XXX / 0812-4777-9595

 

Dengan dasar hukum dan pengesahan ini, maka pelantikan Kepala-Kepala Suku Wilayah Meepago dilakukan secara resmi, sah, dan diakui oleh pemerintah serta masyarakat adat.

Makna Pelantikan dan Harapan Bersam

Pelantikan ini menandai langkah besar dalam memperkuat identitas adat Meepago, mempererat hubungan antar-suku, serta membangun kerja sama yang kokoh antara lembaga adat dan pemerintah.

Kepala Suku Besar Melkias Keiya, S.H., menegaskan bahwa adat harus menjadi fondasi dalam membangun Papua Tengah yang aman, damai, dan bermartabat.

Kita bersatu bukan untuk saling menguasai, tetapi untuk saling melindungi.

Meepago adalah rumah besar bagi semua anak adat di Tanah Papua Tengah.”

Dengan semangat persaudaraan, tanggung jawab adat, dan seluruh Kepala Suku di bawah Wilayah Meepago siap menjaga stabilitas, memperkuat pembangunan masyarakat adat, dan menegakkan nilai-nilai luhur warisan leluhur bagi generasi mendatang.

 

(Disaksikan oleh Kepala-Kepala Suku dari Delapan Kabupaten/Kota serta perwakilan tiga wilayah adat: Saireri, Domberai, dan Lapago)

Berita Terkait

Perantau Jangan Hanya Datang Mencari Nafkah, Tapi Juga Harus Peduli dan Terdata
Musda Berlangsung Damai, DPW Papua Tengah Resmi Ajukan Nama Calon Ketua DPD ke Pusat
DPW PAN Papua Tengah Siap Ikuti Keputusan DPP dan Fokus Hadapi Pemilu 2029
PAN’DAI 2026 Digelar 3 Maret, Ketua DPW PAN Papua Tengah Tegaskan Komitmen Cerdaskan Generasi dan Hormati Suci Ramadan
Politisi PAN Papua Tengah Tegaskan: Jangan Mengatasnamakan Partai Pengusung untuk Kritik Pemerintah
Sony Bekies: Selesaikan Internal Partai dulu Sebelum Kritik Pemerintah
PCNU Nabire Gelar Safari Ramadhan, Perkuat persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah
Tangis Haru Iringi Kepulangan Serda Hamdani ke Tanah Kelahiran, Prajurit Terbaik yang Gugur di Nabire
Berita ini 209 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:28

Perantau Jangan Hanya Datang Mencari Nafkah, Tapi Juga Harus Peduli dan Terdata

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:34

Musda Berlangsung Damai, DPW Papua Tengah Resmi Ajukan Nama Calon Ketua DPD ke Pusat

Sabtu, 28 Februari 2026 - 04:01

DPW PAN Papua Tengah Siap Ikuti Keputusan DPP dan Fokus Hadapi Pemilu 2029

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:34

PAN’DAI 2026 Digelar 3 Maret, Ketua DPW PAN Papua Tengah Tegaskan Komitmen Cerdaskan Generasi dan Hormati Suci Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:45

Politisi PAN Papua Tengah Tegaskan: Jangan Mengatasnamakan Partai Pengusung untuk Kritik Pemerintah

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:22

PCNU Nabire Gelar Safari Ramadhan, Perkuat persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:41

Tangis Haru Iringi Kepulangan Serda Hamdani ke Tanah Kelahiran, Prajurit Terbaik yang Gugur di Nabire

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:16

Mr Lee Warga negara asing biang kerok perusak hutan, pemilik hak Ulayat di bodohi

Berita Terbaru