Jokowi Siap “Turun Gunung” untuk PSI: Sinyal Konsolidasi Politik Pasca-Kepresidenan

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar papedanews.com Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan sinyal politik yang kuat dan terbuka saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Di hadapan jajaran elite dan kader PSI dari berbagai daerah, Jokowi menyatakan komitmennya untuk bekerja “mati-matian” demi membesarkan partai berlambang gajah tersebut.

 

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat memberikan arahan resmi dalam forum strategis partai. Ucapan tersebut langsung disambut sorak sorai kader, menandai momentum penting dalam hubungan politik antara Jokowi dan PSI.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Saudara bekerja mati-matian untuk PSI. Saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI,” ujar Jokowi lantang dari podium Rakernas.

 

Tak berhenti di situ, Jokowi kembali menegaskan keseriusannya dengan mengulang pesan serupa.

 

“Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI. Saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” katanya, yang kembali disambut tepuk tangan meriah peserta Rakernas.

 

PSI dan Tantangan Mesin Politik

Dalam pidatonya, Jokowi secara gamblang menyinggung kebutuhan PSI akan mesin partai yang besar dan kuat, terutama dalam hal penjaringan kader dan penguatan struktur hingga ke akar rumput. Pernyataan tersebut dinilai sebagai kritik sekaligus dorongan bagi PSI yang selama ini dikenal sebagai partai anak muda, namun masih berjuang memperluas basis elektoralnya secara nasional.

 

Menurut Jokowi, partai politik tidak bisa hanya mengandalkan gagasan dan idealisme, tetapi juga membutuhkan struktur organisasi yang solid, masif, dan bekerja secara konsisten.

 

Siap Turun ke Daerah hingga

Yang paling menarik perhatian publik politik adalah pernyataan Jokowi mengenai kesiapannya turun langsung ke lapangan untuk membantu PSI. Ia menegaskan tidak keberatan untuk menyambangi daerah-daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kota, hingga kecamatan.

Baca Juga:  Ini himbauan Kapolres Nabire, Pengalihan alur lalu lintas pada 31 Desember 2025

 

“Kalau dibutuhkan saya harus datang, saya masih sanggup,” kata Jokowi.

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu bahkan menyebut angka konkret terkait cakupan wilayah Indonesia.

 

“Kalau perlu ke kecamatan, saya sanggup. Kira-kira ada 7.000 kecamatan di Indonesia. Saya masih sanggup,” tegasnya.

 

Pernyataan ini menegaskan bahwa Jokowi tidak berniat menjadi figur simbolik semata, melainkan siap berperan aktif sebagai magnet elektoral dan penggerak konsolidasi.

Makna Politik di Balik Pernyataan Jokowi

Pernyataan Jokowi di Rakernas PSI ini dinilai banyak pengamat sebagai sinyal konsolidasi politik pasca-kepresidenan. Dengan basis popularitas yang masih kuat di masyarakat, keterlibatan Jokowi secara langsung berpotensi menjadi aset strategis bagi PSI dalam menghadapi kontestasi politik nasional ke depan.

 

Langkah ini juga mempertegas posisi PSI sebagai partai yang secara terbuka mengasosiasikan diri dengan warisan politik Jokowi, baik dari sisi gaya kepemimpinan, agenda pembangunan, maupun pendekatan ke pemilih akar rumput.

PSI dan Jalan Panjang Menuju Partai Besar

 

Bagi PSI, dukungan terbuka dan aktif dari Jokowi bukan sekadar simbol, melainkan peluang besar untuk mempercepat transformasi menjadi partai dengan daya saing nasional. Namun, tantangan tetap besar: membangun struktur, memperluas kaderisasi, dan menerjemahkan popularitas tokoh menjadi suara elektoral nyata.

 

Rakernas di Makassar ini pun menjadi penanda bahwa PSI memasuki fase baru, dengan Jokowi sebagai figur sentral yang siap “turun gunung” dan bekerja hingga ke level paling bawah.

Berita Terkait

Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan
Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T
Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan, Perkuat Layanan HIV Demi Capai Target Eliminasi AIDS 2030
Mirago Jadi Sorotan, Satgas PKH Ditantang Bertindak Tegas terhadap Dugaan Tambang Emas Skala Besar
Papua Tengah Perkuat Perlindungan Anak, Gubernur Ajak Semua Pihak Hentikan Kekerasan
Pemprov Papua Tengah Dorong Layanan Bantuan Hukum Inklusif, Warga Miskin dan Kelompok Rentan Jadi Fokus Utama
Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Pengadaan, 61 ASN Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK
Pemprov Papua Tengah Perkuat SDM ASN, 61 Aparatur Ikuti Uji Kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa
Berita ini 92 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:39

Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:27

Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:21

Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan, Perkuat Layanan HIV Demi Capai Target Eliminasi AIDS 2030

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:12

Mirago Jadi Sorotan, Satgas PKH Ditantang Bertindak Tegas terhadap Dugaan Tambang Emas Skala Besar

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:11

Papua Tengah Perkuat Perlindungan Anak, Gubernur Ajak Semua Pihak Hentikan Kekerasan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:48

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Pengadaan, 61 ASN Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:44

Pemprov Papua Tengah Perkuat SDM ASN, 61 Aparatur Ikuti Uji Kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:39

Perkuat Integritas ASN, Pemprov Papua Tengah Gelar Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru