Kepala Suku Besar Meepago Imbau Masyarakat Jelang 1 Desember: Hindari Provokasi, Jaga Keamanan, dan Waspadai Aksi Kriminal

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 10:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Menjelang tanggal 1 Desember 2025, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban umum, dan menghindari segala bentuk provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Melalui penyampaian resmi yang diterima redaksi, Melkias Keiya menekankan bahwa situasi jelang 1 Desember kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan penggalangan massa tanpa izin hukum, yang pada akhirnya dapat memicu ketidakstabilan dan mengganggu Kamtibmas di wilayah Meepago.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hindari Panitia atau Korlap Ilegal yang Berpotensi Memprovokasi

 

Dalam seruannya, Melkias Keiya meminta masyarakat agar menjauh dan menghindari panitia atau koordinator lapangan (korlap) yang tidak memiliki legalitas hukum dalam menyelenggarakan kegiatan, terutama yang berkaitan dengan peringatan 1 Desember.

 

> “Masyarakat harus waspada. Jangan mudah percaya atau ikut ajakan pihak-pihak yang tidak jelas asal-usulnya. Mereka berpotensi memprovokasi situasi dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat itu sendiri,” tegas Melkias Keiya.

 

Ia menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas, serta mengingatkan bahwa segala bentuk kegiatan yang tidak mengantongi izin resmi berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan gangguan keamanan.

 

Peringatan untuk Pengendara Motor di Jalur Trans Nabire–Ilaga

 

Melkias Keiya juga memberikan perhatian khusus pada jalur Trans Nabire–Ilaga, yang merupakan salah satu kawasan rawan gangguan Kamtibmas. Ia mengimbau seluruh pengendara motor, terutama yang beraktivitas pada pagi dan sore hari, untuk meningkatkan kewaspadaan.

 

Menurutnya, gangguan keamanan sering terjadi di beberapa titik tertentu, sehingga masyarakat diminta menghindari perjalanan malam hari apabila tidak memiliki urusan mendesak.

Baca Juga:  Yayasan Peduli Difabel Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Jiwa di Nabire

 

> “Keselamatan diri adalah hal yang sangat penting. Saya minta masyarakat tetap fokus dan waspada, terutama di jalur Trans Nabire–Ilaga yang sering menjadi titik perhatian,” ujarnya.

 

Antisipasi Kriminalitas: Batasi Aktivitas Malam di Kota Nabire

 

Selain itu, Kepala Suku Besar Meepago juga menyoroti meningkatnya tindak kriminal seperti pencurian dan begal menjelang tanggal 1 Desember. Untuk itu, masyarakat Kota Nabire diminta membatasi aktivitas keluar-masuk rumah melebihi pukul 19.00–20.00 WIT.

 

Langkah ini, menurutnya, penting untuk meminimalisasi risiko masyarakat menjadi korban kejahatan akibat meningkatnya aktivitas kriminal pada jam-jam rawan.

 

> “Keluarga harus saling mengingatkan untuk menjaga keamanan rumah masing-masing. Situasi menjelang tanggal penting seperti ini harus dihadapi dengan kewaspadaan penuh,” ungkapnya.

 

Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Terpengaruh Isu

 

Dalam pernyataan penutupnya, Melkias Keiya mengajak seluruh masyarakat Meepago untuk tetap tenang, tidak terprovokasi isu-isu liar, serta menjaga persatuan dan kedamaian di wilayah masing-masing.

 

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan hanya dapat terwujud melalui kerja sama dan sikap saling menjaga antarwarga.

 

> “Kita harus menghadapi situasi ini dengan bijak, dewasa, dan tetap menjaga keharmonisan. Mari lindungi keluarga, kampung, dan wilayah Meepago dari gangguan yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.

 

Tentang Kepala Suku Besar Meepago

 

Melkias Keiya merupakan Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah yang telah dipercaya masyarakat serta dibekali legitimasi adat dan sosial untuk memberikan arahan keamanan. Ia aktif menyampaikan pesan moral, kewaspadaan sosial, dan imbauan kamtibmas dalam rangka melindungi masyarakat adat Meepago dari berbagai bentuk ancaman.

Berita Terkait

Dinkes Papua Tengah Perkuat Nakes Deiyai, Pengendalian Penyakit Menular Jadi Prioritas
Pimpinan PAPEDA News Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-48 untuk Rahim Misro
Mirago Jadi Sorotan, Satgas PKH Ditantang Bertindak Tegas terhadap Dugaan Tambang Emas Skala Besar
DPRK intan jaya meminta pihak dukcapil intan jaya segera mengatasi 40 pelajar yang mengalami kesulitan dalam sistem perekaman KTP dan KK
Dukung Program Gubernur, Dinkes Papua Tengah Gelar OJT di Paniai
Kepala Suku Besar Umari Terima Bantuan Ternak Babi, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Nilai Adat
Meki Nawipa: Hasil Forum Strategis Papua Harus Diwujudkan dalam Aksi Nyata
Meki Nawipa Undang Persipura ke Nabire Usai Gagal Promosi, Ini Alasannya
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:10

Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Berita Terbaru