Wagub Sidak Rusun ASN Papua Tengah: 210 Tukang Siap, Material Jangan Sampai Jadi Penghambat”

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 10:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire papua tengah papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong percepatan pembangunan berbagai fasilitas pemerintahan dan hunian bagi aparatur sipil negara (ASN). Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan Rumah Susun (Rusun) ASN yang saat ini tengah dikerjakan.

‎Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, serta sejumlah anggota DPR Papua Tengah, turun langsung meninjau progres pembangunan tiga tower Rusun ASN.

‎Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari komitmen pemerintah pada pemantauan sebelumnya. Pemerintah ingin memastikan pekerjaan di lapangan terus berjalan dan tidak mengalami keterlambatan, mengingat pembangunan tersebut memiliki target penyelesaian yang telah ditetapkan dalam kontrak.

‎Deinas mengatakan, pemerintah sebelumnya telah menyampaikan kepada pihak pelaksana agar menambah jumlah tenaga kerja untuk mempercepat proses pembangunan. Pada pemantauan awal, jumlah tenaga kerja yang berada di lokasi tercatat sekitar 65 orang.

‎Namun, setelah dilakukan evaluasi dan dorongan dari pemerintah, jumlah tenaga kerja kini telah ditingkatkan menjadi sekitar 210 orang untuk mengerjakan tiga tower Rusun ASN.

‎“Sekarang penambahan tenaga kerja sudah menjadi sekitar 210 orang untuk membangun tiga tower,” ujar Deinas.

‎Menurutnya, penambahan tenaga kerja tersebut merupakan salah satu bentuk respons terhadap dorongan pemerintah agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat. Dengan jumlah pekerja yang lebih banyak, pemerintah berharap progres pekerjaan di lapangan dapat meningkat dan target penyelesaian dapat dicapai.

‎Meski demikian, dalam sidak tersebut pemerintah juga menemukan adanya persoalan lain yang perlu segera mendapat perhatian, yakni ketersediaan material atau bahan bangunan.

‎Deinas menjelaskan, jumlah tenaga kerja yang telah mencukupi harus diimbangi dengan pasokan material yang memadai. Apabila material tidak tersedia secara penuh, pekerjaan para tenaga di lapangan dapat terhambat dan pada akhirnya berpengaruh terhadap target pembangunan.

‎“Tenaga sudah siap, tetapi barang-barangnya masih kurang. Karena itu, saya sudah tekankan kepada pihak penyedia agar mengusahakan seluruh kebutuhan barang tersedia secara penuh,” katanya.

‎Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin persoalan ketersediaan material menjadi alasan yang menyebabkan pekerjaan berjalan lambat. Pihak penyedia diminta memastikan kebutuhan pembangunan tersedia sehingga para pekerja dapat menjalankan pekerjaan secara maksimal.

‎Deinas juga menegaskan bahwa kedatangan pemerintah dalam melakukan sidak bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti para pekerja maupun pihak pelaksana. Sebaliknya, sidak merupakan bentuk pengawasan sekaligus dorongan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tanggung jawab dan kontrak yang telah ditetapkan.

‎“Tujuan kami bukan menakut-nakuti mereka, tetapi memotivasi dan mendorong supaya pekerjaan ini harus selesai sesuai kontrak kerja,” jelasnya.

‎Menurut Deinas, pembangunan tiga tower Rusun ASN tersebut ditargetkan dapat diselesaikan paling lambat **31 Desember 2026**, sesuai dengan kontrak pekerjaan.

‎Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara langsung. Gubernur dan Wakil Gubernur, kata dia, akan terus mendorong serta memonitor perkembangan pekerjaan agar target yang telah ditetapkan tidak meleset.

‎“Kalau kita tidak monitor dan terus mendorong, pekerjaan bisa terbengkalai. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau dan datang langsung melihat perkembangan pekerjaan,” ujarnya.

‎Selain meninjau tiga tower Rusun ASN, pemerintah juga akan melakukan pemantauan terhadap pembangunan sejumlah gedung pemerintahan di Papua Tengah.

‎Deinas menyampaikan bahwa agenda berikutnya akan diarahkan pada pembangunan **Kantor Gubernur Papua Tengah, Kantor DPR Papua Tengah, dan Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah**.

‎Ketiga gedung tersebut juga menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur pemerintahan di Provinsi Papua Tengah. Pemerintah sebelumnya telah meminta adanya penambahan tenaga kerja agar pekerjaan dapat dipercepat.

‎Jika sebelumnya terdapat sekitar 300 tenaga kerja, pemerintah juga telah mendorong adanya penambahan tenaga kerja untuk mendukung percepatan pembangunan.

‎Deinas menegaskan, pemerintah akan melihat langsung kondisi tenaga kerja, material, serta perkembangan pekerjaan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mengalami kemajuan secara fisik.

‎“Besok kami akan turun lagi untuk melihat Kantor DPR, Kantor Gubernur dan Kantor MRP. Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dan terus didorong supaya dapat tuntas,” ungkapnya.

‎Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Penyedia pekerjaan diminta memenuhi kebutuhan material, sementara tenaga kerja didorong untuk bekerja maksimal sesuai target yang telah ditetapkan.

‎Deinas juga berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga para pekerja yang berasal dari luar daerah dapat menyelesaikan tanggung jawab mereka sebelum akhir tahun dan kembali berkumpul bersama keluarga pada momentum Natal.

‎“Harapan kami pekerjaan ini bisa selesai sesuai target. Para tukang juga bisa menyelesaikan pekerjaannya dan pada Desember nanti dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” tuturnya.

‎Sidak tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan fasilitas strategis di daerah. Pemerintah ingin memastikan setiap pekerjaan yang telah dikontrakkan dapat berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan tidak terhambat oleh persoalan teknis yang sebenarnya masih dapat segera ditangani.
‎,

Baca Juga:  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Berita Terkait

Anak Asli Makimi Protes Narasi “Masyarakat Lapar” dalam Demo di DPRK Nabire
Gubernur Meki Nawipa Mulai Kunker Ketiga ke Intan Jaya, Pastikan Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas
Lantik Lima Pejabat, Gubernur Meki Nawipa Tekankan: Jangan Berhenti di Seremoni, Buktikan Kinerja untuk Rakyat
Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 10:35

Wagub Sidak Rusun ASN Papua Tengah: 210 Tukang Siap, Material Jangan Sampai Jadi Penghambat”

Sabtu, 19 September 2026 - 06:40

Anak Asli Makimi Protes Narasi “Masyarakat Lapar” dalam Demo di DPRK Nabire

Selasa, 15 September 2026 - 10:12

Gubernur Meki Nawipa Mulai Kunker Ketiga ke Intan Jaya, Pastikan Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Senin, 14 September 2026 - 08:34

Lantik Lima Pejabat, Gubernur Meki Nawipa Tekankan: Jangan Berhenti di Seremoni, Buktikan Kinerja untuk Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Berita Terbaru