Heboh WNA China Gasak Tambang Emas ilegal di Nabire

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 13:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com semakin marak dan mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik seperti kawasan Kilo 38 Topo dan beberapa area lainnya hingga kilo 95, menjadi lokasi utama aktivitas penambangan ilegal yang dioperasikan oleh warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi.

Kegiatan tambang ilegal ini tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial dan merusak infrastruktur. Alat berat dan kendaraan pengangkut material terlihat berlalu-lalang di kawasan tersebut tanpa pengawasan ketat dari aparat terkait.

Warga sekitar menyampaikan kekhawatiran atas dampak buruk yang ditimbulkan. Selain pencemaran tanah dan air, aktivitas tersebut juga menyebabkan kerusakan jalan dan mengancam kelestarian ekosistem sekitar.

“Kami khawatir tanah dan air tercemar. Selain itu, jalanan rusak akibat aktivitas tambang yang tidak terkendali,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kilo 38 Topo hingga kilo 95.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait segera turun tangan untuk menghentikan kegiatan tambang ilegal yang semakin meresahkan. Selain penegakan hukum, warga juga meminta pemerintah memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tambang. (Red)

 

 

Papedanews

Berita Terkait

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?
Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah
Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat
Secangkir Kopi, Sejuta Inspirasi: Wartawan Nabire Bertukar Pikiran di Cafe DC
Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga
Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Berita ini 1,293 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Rabu, 2 September 2026 - 11:22

Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah

Rabu, 2 September 2026 - 01:40

Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Berita Terbaru