Sony Kogoya mengapreasi polres Nabire ,Tegaskan Nabire Harus Bebas Begal, Keamanan Tanggung Jawab Bersama

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 15:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah papedanews Maraknya aksi begal di Nabire memicu keprihatinan Wakil Ketua III DPR Papua Tengah, Sony Kogoya. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan, Nabire sebagai wajah Papua Tengah tidak boleh menjadi sarang kriminalitas.

“Nabire adalah ibukota. Harus jadi contoh ketertiban dan keamanan. Tidak boleh dibiarkan jadi tempat rawan kejahatan,” tegasnya, Senin (28/7/2025).

Sony mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian merespons laporan masyarakat, tetapi menekankan pencegahan harus diperkuat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya apresiasi Polres Nabire, tapi langkah preventif wajib diperkuat,” ujarnya.

Aktifkan Poskamling, Hidupkan Taksi Kota

Sony menyoroti lemahnya pos keamanan lingkungan (poskamling) yang banyak mati suri. Ia meminta pemerintah dan masyarakat mengaktifkannya kembali sebagai benteng keamanan.

Baca Juga:  DPRPT Tegaskan Komitmen Selamatkan Hak OAP Lewat Perdasus

“Poskamling jangan hanya papan nama. Ini garda terdepan keamanan, harus diaktifkan kembali,” tegasnya.

Selain itu, ia mendesak Pemda menghadirkan transportasi aman di malam hari dengan menghidupkan kembali taksi kota sebagai alternatif ojek yang rawan tindak kriminal.

“Masyarakat butuh opsi transportasi aman. Pemda harus hadir dengan solusi nyata, seperti mengaktifkan kembali taksi kota,” kata Sony.

Peringatan untuk Pengemudi

Sony juga mengingatkan pengemudi ojek agar tidak memaksakan mengantar penumpang ke lokasi gelap dan sepi.

 

“Kalau ada yang minta diantar ke tempat gelap, jangan paksakan. Keselamatan lebih utama,” pesannya.

Ia menegaskan, keamanan Nabire adalah tanggung jawab bersama. “Mari kita jaga Nabire sebagai ibukota yang aman, nyaman, dan bermartabat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?
Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah
Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat
Secangkir Kopi, Sejuta Inspirasi: Wartawan Nabire Bertukar Pikiran di Cafe DC
Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga
Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Rabu, 2 September 2026 - 11:22

Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah

Rabu, 2 September 2026 - 01:40

Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Berita Terbaru