NABIRE, PAPUA TENGAH PAPEDANEWS.COM Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi adu fisik melibatkan dua pelajar di kawasan Lorong Tengah, jalur Klinik Gresli, Kabupaten Nabire, beredar di masyarakat, Senin (28/9/2026).
Dalam video berdurasi sekitar kurang lebih satu menit , terlihat sejumlah pelajar berkumpul di sekitar lokasi. Dua pelajar tampak berada di tengah kerumunan dan diduga terlibat aksi saling dorong hingga adu fisik.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa pelajar lainnya terlihat berada di sekitar lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut. Sejumlah sepeda motor juga tampak terparkir di sekitar tempat kejadian.
Tak lama setelah situasi berlangsung, para pelajar terlihat meninggalkan lokasi.
Video tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat lantaran dugaan aksi kekerasan terjadi di ruang publik dan melibatkan kalangan pelajar.
Informasi yang beredar menyebutkan dua pelajar yang terlihat dalam video diduga berasal dari salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Nabire. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi, sehingga redaksi tidak menyebutkan nama sekolah maupun identitas kedua pelajar.
PAPEDANEWS juga tidak mempublikasikan wajah, nama, maupun informasi lain yang dapat mengungkap jati diri anak dalam pemberitaan ini.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga perlindungan anak serta mencegah terjadinya stigma atau tuduhan terhadap pelajar maupun institusi pendidikan tertentu berdasarkan informasi yang belum terkonfirmasi.
Kronologi Belum Diketahui Secara Utuh
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi terverifikasi mengenai penyebab maupun awal mula dugaan perkelahian tersebut.
Pihak sekolah, orang tua, aparat keamanan, maupun pihak terkait lainnya diharapkan dapat memberikan informasi apabila mengetahui secara langsung mengenai kejadian tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bersama agar pengawasan, pembinaan, dan komunikasi antara keluarga, sekolah, serta lingkungan masyarakat terhadap pelajar terus diperkuat.
PAPEDANEWS akan terus memantau perkembangan informasi ini dan mengedepankan verifikasi sebelum memuat keterangan lebih lanjut.
Pemberitaan ini berpegang pada asas praduga tak bersalah, perlindungan identitas anak, keberimbangan, verifikasi informasi, serta hak jawab pihak-pihak terkait.



















