Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PAPEDANEWS.COM Persoalan penertiban kawasan hutan di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini dibawa perwakilan masyarakat hingga ke tingkat pusat. Warga secara resmi menyampaikan surat aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Jakarta.28/08/2026

‎Langkah tersebut ditempuh masyarakat menyusul penertiban kawasan hutan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang, menurut perwakilan warga, berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Distrik Makimi.

‎Dalam surat aspirasi yang disampaikan, masyarakat meminta DPR RI dan DPD RI tidak melihat persoalan di Makimi semata-mata sebagai pelanggaran atau persoalan penertiban kawasan hutan. Mereka meminta lembaga negara juga menelaah dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat yang selama ini hidup, beraktivitas, dan menggantungkan mata pencaharian di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎

‎Perwakilan masyarakat menilai, pelaksanaan penertiban perlu dilakukan secara terbuka dan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat terdampak. Mereka meminta adanya kejelasan mengenai dasar, mekanisme, serta tahapan pelaksanaan penertiban yang dilakukan di lapangan.

‎

‎“Yang kami harapkan adalah suara masyarakat di Makimi didengar. Kebijakan apa pun yang dilakukan di wilayah kami jangan sampai mengabaikan masyarakat yang hidup dan menggantungkan kehidupannya di sana,” demikian pernyataan perwakilan masyarakat dalam aspirasi yang disampaikan kepada lembaga negara.

‎Masyarakat juga meminta DPR RI dan DPD RI membuka ruang audiensi agar warga dapat menjelaskan langsung kondisi di lapangan. Permintaan tersebut sekaligus ditujukan agar fungsi pengawasan parlemen dapat berjalan terhadap kebijakan dan pelaksanaan penertiban yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.

‎Menurut perwakilan masyarakat, persoalan yang terjadi di Makimi tidak dapat dilepaskan dari hubungan masyarakat dengan tanah dan wilayah yang menjadi sumber kehidupan mereka. Karena itu, mereka berharap pemerintah dan lembaga terkait tidak hanya mengedepankan pendekatan penertiban, tetapi juga membuka ruang dialog serta memberikan kepastian kepada masyarakat yang terdampak.

Baca Juga:  DPW PAN Papua Tengah Apresiasi Komarudin Watubun: Teladan Politik Putra Papua di Kancah Nasional.

‎

‎Masyarakat menegaskan kedatangan mereka ke Jakarta bukan untuk menolak negara atau melawan kebijakan pemerintah. Aspirasi tersebut disampaikan melalui jalur resmi dan konstitusional dengan harapan persoalan yang mereka hadapi dapat diperiksa secara objektif dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan lembaga negara.

‎

‎“Di tengah pengalaman panjang masyarakat Papua yang masih menghadapi kesenjangan kesejahteraan dan pembangunan, masyarakat berharap kehadiran kebijakan dan aparat negara, termasuk Satgas PKH, tidak justru menambah beban sosial-ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada tanah dan wilayahnya,”ujar perwakilan masyarakat.

‎

‎Masyarakat selanjutnya meminta DPR RI dan DPD RI mendorong kementerian serta lembaga terkait untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai penertiban di Distrik Makimi, termasuk dampak yang ditimbulkan dan langkah perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.

‎

‎Permintaan itu, menurut masyarakat, penting agar penegakan kebijakan tidak berjalan tanpa ruang evaluasi dan dialog. Mereka berharap penertiban yang dilakukan negara tetap berada dalam koridor hukum, namun pelaksanaannya juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, sosial, dan kondisi riil masyarakat di Papua.

‎

‎Hingga aspirasi ini disampaikan, perwakilan masyarakat Makimi masih menantikan respons dan tindak lanjut dari DPR RI dan DPD RI atas surat yang telah mereka serahkan.

‎

‎Media ini masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Satgas PKH, pemerintah, serta pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atau tanggapan atas aspirasi yang disampaikan perwakilan masyarakat Distrik Makimi.

‎

‎

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 225 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru