Pemprov Papua Tengah Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Tekan Pengangguran OAP

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka pengangguran yang mencapai sekitar 14 ribu orang hingga akhir 2025. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi bagi Orang Asli Papua (OAP) agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Borai, di Nabire, Selasa (6/1/2026).

Frets menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Tengah, angka pengangguran berpotensi terus meningkat apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pelatihan keterampilan. Pelatihan tersebut mencakup bidang mekanik, pengelasan, komputer, menjahit berbasis teknologi, hingga keterampilan lain yang memiliki peluang besar di pasar kerja.

Program tersebut tidak hanya bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang siap diserap perusahaan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, mereka tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga mampu membuka usaha sendiri dan menyerap tenaga kerja lainnya,” ujar Frets.

Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, Frets menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan di Papua Tengah. Perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut diharapkan memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal, khususnya Orang Asli Papua, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Baca Juga:  Lokakarya Mini Puskesmas Waghete Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tingkatkan Layanan Kesehatan

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Salah satunya adalah rendahnya minat tenaga kerja lokal untuk bekerja di sektor-sektor tertentu, seperti perkebunan kelapa sawit. Padahal, ribuan peluang kerja tersedia di sektor tersebut, namun jumlah pelamar dari masyarakat setempat masih relatif sedikit.

Karena itu, Frets mendorong adanya regulasi yang memberikan kepastian mengenai komposisi tenaga kerja lokal di setiap perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah. Menurutnya, porsi tenaga kerja lokal idealnya mencapai 80 hingga 90 persen, sehingga Orang Asli Papua dapat menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di daerahnya sendiri.

Di sisi lain, ia menilai stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan investasi. Situasi keamanan yang kondusif akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Papua Tengah, yang pada akhirnya akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang berkelanjutan. Targetnya, dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, masyarakat Papua memiliki kompetensi yang memadai sehingga mampu menempati posisi-posisi strategis di berbagai sektor pembangunan dan menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Frets. (*)

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru