Gubernur Meki Nawipa: Pelayanan Publik Yang Baik Tergantung Displin dan Budaya Kerja ASN

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMIKA Papua Tengah papedanews.com Gubernur Meki Fritz Nawipa, SH menegaskan, dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua Tengah, disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayan kepada masyarakat.

 

“Apabila ASN tidak tertib dalam bekerja, maka proses administrasi, pelaksanaan program,pengelolaan anggaran,dan pelayanan publik dapat terganggu. Karena itu, pembinaan disiplin harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” pesan Gubernur Meki dalam sambutannya yang dibawakan Asisten III Setda Papua Tengah Viktor Fun, S.Sos,M.Si pada giat Sosisalisasi Pembinaan Disiplin ASN Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang digelar Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah di Timika, Selasa, 23 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Gubernur Meki, disiplin ASN tidak hanya berkaitan dengan kehadiran di tempat kerja. Disiplin ASN mencakup kepatuhan terhadap peraturan, ketepatan dalam melaksanakan tugas,tanggung jawab terhadap jabatan, penggunaan kewenangan secara benar,serta sikap kerja yang mendukung pelayanan publik.

 

“Setiap ASN perlu memahami bahwa jabatan bukan hanya status administratif, tetapi juga tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan patuh, jujur, dan sesuai aturan, Ada lima poin yang harus diperhatikan ASN,” tuturnya.

 

Pertama, setiap ASN di Papua Tengah wajib memahami aturan disiplin yang berlaku. Pemahaman ini tidak boleh hanya dimiliki oleh pengelola kepegawaian, tetapi harus dipahami oleh seluruh aparatur, baik pimpinan maupun staf.

 

Kedua, setiap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus melakukan pembinaan sejak awal. Apabila terdapat gejala pelanggaran disiplin,maka perlu dilakukan teguran, arahan, pembinaan, dan pencatatan sesuai prosedur. Pembiaran terhadap pelanggaran kecil dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Baca Juga:  Pj. Gubernur Papua Tengah Imbau Warga Nabire Ciptakan Pemilu Aman dan Damai di Tahun 2024.

 

Ketiga, penegakan disiplin harus dilakukan secara adil dan berdasarkan ketentuan.Tidak boleh ada perlakuan berbeda terhadap pegawai karena kedekatan pribadi, jabatan, atau pertimbangan lain yang tidak sesuai aturan.

 

Keempat, disiplin ASN harus dikaitkan dengan kinerja dan pelayanan publik. Kehadiran,

kepatuhan, etika kerja, dan tanggung jawab aparatur harus berdampak pada kelancaran

pelayanan kepada masyarakat.

 

“Saya berharap para peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius. Gunakan kesempatan

ini untuk bertanya,mencatat hal-hal penting, dan memahami mekanisme pembinaan disiplin secara benar. Setelah kegiatan ini selesai, pemahaman yang diperoleh harus diterapkan di perangkat daerah masing-masing,” ujar Gubernur.

 

Sementara itu, Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa, S.IP,MM mengatakan, pembinaan disiplin ASN harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Ke depan, sosialisasi seperti ini akan diikuti monitoring, evaluasi, serta koordinasi dengan seluruh OPD demi meningkatkan output yakni kinerja ASN yang lebih baik demi pelayanan publik yang lebih berkualitas.

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan juga seluruh peserta yang telah hadir. Sosialisasi ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman aparatur terhadap ketentuan disiplin, kewajiban, larangan, serta konsekuensi atas pelanggaran disiplin dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” tegas Denci.

 

Kegiatan sosialisasi menghadirkan Kepala Kantor Regional (Kakanreg) IX Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jayapura Nur Hasan, S.Sos, M.Adm.SDA dengan peserta dari para pejabat dan staf bagian kepegawaian di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Papua Tengah. (*)

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru